Rabu 23 November 2022, 13:25 WIB

Hari Ini Pencarian Korban Gempa di Cianjur Fokus di 4 Titik

Benny Bastiandy | Nusantara
Hari Ini Pencarian Korban Gempa di Cianjur Fokus di 4 Titik

dok.ant
Foto udara permukiman terdampak gempa di Kampung Barukaso, Desak Sukamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11/2022).

 

PROSES pencarian korban tertimbun pascagempa bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus berlanjut. Pada Rabu (23/11), pencarian akan difokuskan di empat titik.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menjelaskan empat titik fokus pencarian berada di Kampung Cugenang RT 02 Kecamatan Cugenang, Kampung Rawa Cina Desa Nagrak Kecamatan Cianjur, Kampung Selakawung Desa Sarampad Kecamatan Cugenang, dan di Jalan Raya Cipanas (Warung Sate Shinta).

Selain pencarian korban, kata Suharyanto, hasil rapat koordinasi, juga memastikan semua titik pengungsian mendapatkan dukungan logistik.

"Baik (pengungsian) yang terpusat di 14 titik tersebar di 12 kecamatan terdampak, baik perseorangan yaitu masyarakat yang tidak mau meninggalkan rumah ataupun tidak mau bergabung di pengungsian terpusat, kita yakinkan hari ini (Rabu) untuk semuanya mendapatkan dukungan logistik," terang Suharyanto kepada wartawan seusai rapat koordinasi di komplek Pendopo Cianjur, Rabu (23/11).

Pendistribusian logistik ada berbagai cara, seperti melalui jalur darat dan udara. Pendistribusian logistik melalui udara disiapkan helikopter sebanyak 3 unit. "Sebanyak 2 unit dari Basarnas dan BNPB 1 unit," ujarnya.

Rapat koordinasi lintas sektoral pun mulai diintensifkan berkaitan dengan rencana tahap rekonstruksi dan rehabilitasi. Rakor melibatkan berbagai unsur di antaranya dari Kementerian PUPR, kepala desa, serta perguruan tinggi.  "Kemudian mulai didata mana yang masuk kategori rumah rusak, rusak sedang, dan rusak ringan," jelasnya.

Hasil asesmen di lapangan, kata Suharyanto, cukup banyak bangunan rumah yang kondisinya rusak berat. Sedangkan rusak ringan rata-rata mengalami retak atau terkelupas dinding temboknya. "Asesmen tidak dilakukan dengan mata telanjang, tapi melibatkan beberapa pihak. Makanya ada tim khusus," ucapnya.

Untuk wilayah yang terisolasi, kata Suharyanto, datanya masih simpang siur. Karena itu, untuk memastikannya, sekaligus kepala desa, babinsa, dan bhabinkamtibmas dilibatkan lantaran lebih mengetahui kondisi wilayah.

"Nanti masing-masing (kepala desa) melaporkan seandainya ada desa-desa yang masih terisolasi. Dengan begitu, maka per hari ini (Rabu) tidak ada lagi keluhan-keluhan dari masyarakat yang merasa belum mendapatkan bantuan," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Basarnas Fokus Evakuasi Korban Gempa di 2 Wilayah Mande Cianjur

Baca Juga

MGN/Fransiskus Gerardus Molo

Ratusan Nakes RSUD Larantuka Mogok Kerja Tuntut Pembayaran Dana Covid

👤Fransiskus Gerardus Molo (MGN), Muklis efendi (SB) 🕔Rabu 30 November 2022, 13:55 WIB
RATUSAN tenaga kesehatan (nakes) yang terdiri dari dokter dan perawat RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka Nusa Tenggara Timur melakukan...
dok.humas pemprov jateng

Ganjar - MUI Kolaborasi Wujudkan Generasi Muda Anti Narkoba.

👤Haryanto 🕔Rabu 30 November 2022, 13:40 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo, membuka rapat koordinasi nasional gerakan anti narkoba yang diadakan Majelis Ulama Indonesia...
dok.humas

Asah Komunikasi Publik, Pegawai Bapelitbang Sikka Ikuti Pelatihan Jurnalistik

👤Gabriel Langga 🕔Rabu 30 November 2022, 13:30 WIB
BADAN Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Sikka, NTT menggelar pelatihan jurnalistik bagi seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya