Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA beberapa kebutuhan di beberapa daerah di pantura Jawa Tengah turun. Namun khusus tomat, harganya melonjak hingga 400%.
Pemantauan Media Indonesia, Minggu (20/11), harga berbagi kebutuhan pokok seperti beras, cabai, bawang merah, dan lainnya stabil bahkan cenderung menurun di beberapa pasar tradisional di pantura Jawa Tengah. Harga tomat melambung hingga 400% di pasar tradisional dari Rp3.000-Rp5.000 per kilogram menjadi Rp18.000-Rp20.000 per kilogram.
Itu karena di beberapa daerah penghasil buah tersebut seperti Kabupaten Semarang, Batang, Pekalongan, dan Pemalang sedang tidak panen hingga stok tersedia di pasar berkurang. "Pada bulan lalu harga tomat anjlok Rp1.000-Rp2.000 per kilogram sampai petani enggan panen dan buah dibiarkan membusuk di ladang," kata Kadar Marjito, 65, ketua kelompok tani di Sumowono, Kabupaten Semarang.
Namun sekarang, demikian Suryono, 50, petani lain di Bawang, Kabupaten Batang, harga tomat melambung setelah tidak ada panen lagi. Bahkan petani menggantinya dengan tanaman lain seperti cabai dan bawang.
Di beberapa pasar tradisional di pantura Jateng, harga bahan kebutuhan cenderung menurun. Beras kelas medium dari sebelumnya Rp10.000-11.000 per kilogram saat ini Rp9.500-Rp10.500 per kilogram, bawang merah dari Rp30.000 menjadi Rp29.000 per kilogram, cabai stabil berkisar Rp25.000-Rp29.000 per kilogram tergantung jenisnya, dan bawang putih Rp30.500-Rp31.000 per kilogram.
Pelaksanaan Tugas (Plt) Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan harga berbagai kebutuhan tetap terkendali saat ini. Kondisi ini akan diupayakan bertahan hingga perayaan Nataru mendatang.
"Hasil pemantauan dan evaluasi harga kebutuhan terkendali. Pada Oktober lalu Kota Semarang deflasi 0,18% artinya tidak ada kenaikan harga secara signifikan," ujar Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Menurut laporan BPS Jawa Tengah, ungkap Hevearita Gunaryanti Rahayu, penyebab utama deflasi yang terjadi pada Oktober 2022 ialah penurunan harga cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai rawit, dan tarif angkutan udara. "Sedangkan penahan utama deflasi ialah kenaikan harga beras, rekreasi, bensin, tarif kendaraan roda dua online, dan bahan bakar rumah tangga," imbuhnya. (OL-14)
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang.
Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved