Kamis 10 November 2022, 14:40 WIB

Gubernur Papua belum Pernah Ziarahi Makam Pahlawan Marthen Indey

Mediaindonesia.com | Nusantara
Gubernur Papua belum Pernah Ziarahi Makam Pahlawan Marthen Indey

DOK Pribadi.
Nico Risakota.

 

PENJAGA Makam Pahlawan Nasional Marthen Indey di Kampung Sabron, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Papua, Nico Risakota, mengatakan Lukas Enembe yang sudah delapan tahun menjadi Gubernur Papua belum pernah sekali pun berziarah ke Makam Pahlawan Nasional asal Bumi Cenderawasih itu.

"Tidak pernah dia (Lukas Enembe) datang ziarah di sini. Kalau Panglima Kodam datang ziarah, Polri juga datang, bahkan Dandim juga sering datang ziarah," kata Nico di lokasi Makam Marthen Indey, Sentani Barat.

Nico berujar, biasanya menjelang Hari Pahlawan 10 November banyak tamu dan pejabat daerah yang datang berziarah ke makam tersebut. Namun kali ini, sepi-sepi saja.

"Mungkin dorang terlalu perhatian banyak ke dia (Gubernur Lukas Enembe) sampai dorang lupa bahwa ini pahlawan. Mungkin dorang lagi sibukkah dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saya juga tidak tahu, tetapi kemungkinan begitu," kata Nico dalam keterangan tertulis, Kamis (10/11).

Nico juga mengungkapkan selama tiga tahun terakhir Pemerintah Provinsi Papua tidak mencairkan santunan yang biasanya diberikan kepada keluarga Pahlawan Nasional Marthen Indey. Setelah tiga tahun, santunan itu baru direalisasikan pertengahan tahun ini, yakni sekitar Juli atau Agustus lalu.

"Sebelumnya kami sering menanyakan hal itu ke Dinas Sosial (Provinsi Papua), tetapi mereka bilang dana tidak ada. Kas kosong. Terus dana ada di mana?" tanya Niko.

Menurut Nico, tertundanya pemberian santunan tali asih kepada keluarga pahlawan nasional juga dialami oleh empat keluarga pahlawan nasional asal Papua lain, yaitu keluarga-keluarga dari Silas Papare, Frans Kaisiepo, dan Johannes Abraham Dimara, karena di antara keluarga pahlawan selalu terjalin komunikasi yang baik. "Pemerintah harus memperhatikan para pahlawan nasional. Tanpa mereka, tidak akan ada pemerintah, bahkan tidak ada negara," sebut Nico.

Bagi Nico, pemberian bantuan berkelanjutan kepada keluarga pahlawan nasional oleh pemerintah bukanlah segala-galanya. Ada hal lain yang sering diabaikan oleh pemerintah, khususnya Pemprov Papua. Hal tersebut ialah memperhatikan infrastruktur ekonomi seperti jalan dan jembatan di kampung-halaman para pahlawan. Dengan infrastruktur itu, warga masyarakat di sekitarnya ikut menikmati dan terdongkrak ekonominya.

"Jalan yang melintas di depan makam Marthen Indey ialah jalan utama Sentani-Depapre, dari dulu rusak parah. Bupati Jayapura bilang mau perbaiki, tetapi provinsi punya jalan. Kita tidak tahu yang mana yang benar," kata Nico. (OL-14)

Baca Juga

MI/DJOKO SARDJONO

Kaesang Menikah, Polres Klaten Kerahkan 599 Anggota Amankan Jalur Yogyakarta-Solo

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:35 WIB
Personel pengamanan tamu VVIP di jalur Yogyakarta-Solo, hari ini...
MI/RAHMAT RULLAH

Ekonomi Menggeliat Lagi, Mal Terbesar di Kendari mulai Beroperasi

👤Rahmat Rullah 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:25 WIB
kehadiran The Park Kendari akan berkontribusi besar dalam meningkatkan pendapatan...
Antara/Iggoy el Fitra.

NasDem Targetkan Anies Baswedan Raup 75% Suara di Sulteng

👤M Taufan SP Bustan 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:16 WIB
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad M Ali mengatakan Ketua DPRD Sulteng dijabat oleh politikus NasDem. Gubernur Sulteng juga dijabat oleh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya