Selasa 08 November 2022, 17:35 WIB

PT Pupuk Indonesia Beri Sanksi Tegas Kios Penyeleweng Pupuk Bersubsidi

Cri Qanon Ria Dewi | Nusantara
PT Pupuk Indonesia Beri Sanksi Tegas Kios Penyeleweng Pupuk Bersubsidi

MI/CRI QANON RIA DEWI
Gudang pupuk bersubsidi milik PT Pupuk Indonesia di Lampung

 

PT Pupuk Indonesia (Persero) menindak tegas kios Bintang Jaya di Lampung Selatan karena terbukti menyelewengkan penyaluran pupuk bersubsidi.

Hal itu dilakukan setelah Polda Lampung menjadikan pemilik kios berinisial DD sebagai tersangka karena menjual pupuk urea bersubsidi di luar ketentuan.

Vice President Penjualan Wilayah 2 PT Pupuk Indonesia, Jambak, menyebutkan pihaknya telah membekukan izin kios Bintang Jaya sebagai penyalur pupuk bersubsidi. "Pupuk Indonesia tidak pernah ragu memberi sanksi tegas kepada kios resmi ataupun distributor yang terbukti terlibat dalam penyelewengan pupuk bersubsidi," ujarnya, Selasa (8/11).

Dia menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan distributor agar kelompok tani setempat untuk sementara dilayani oleh kios resmi lainnya. Dengan demikian, proses penebusan pupuk bersubsidi oleh petani terdaftar dapat berjalan tanpa gangguan.
 
Berdasarkan keterangan kepolisian, Jambak menyebutkan bahwa pemilik kios Bintang Jaya di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, menjual pupuk bersubsidi sebanyak 175 karung atau sekitar 8,75 ton kepada toko Berkah Abadi di Dusun IV Kedaung, Kelurahan Jaya Asri, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur. Selain itu, pemilik toko Berkah Abadi juga mengambil keuntungan dengan menjual pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).  
 
Jambak mengapresiasi kinerja Polda Lampung dalam mengungkap kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Pihaknya mengaku akan terus menjalin koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi.
 

Aplikasi Rekan

 

Pada kesempatan itu, ia mengimbau kepada seluruh jaringan distribusinya, mulai dari distributor dan kios resmi di seluruh Indonesia, untuk tidak melakukan tindakan melawan hukum dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Karena pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan pemerintah. Sehingga peredarannya dipantau oleh aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan, TNI, hingga pemerintah daerah.
 
"Masyarakat juga dapat berpartisipasi mengawasi peredaran pupuk bersubsidi. Jika terdapat hal mencurigakan, jangan segan untuk melapor kepada aparat penegak hukum," ujarnya.
 
Selain itu, untuk meningkatkan tata kelola dalam pelaksanaan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani yang berhak, saat ini Pupuk Indonesia sedang melakukan penggunaan digitalisasi kios-kios resmi dengan mengembangkan Retail Management System (RMS) atau yang dikenal sebagai aplikasi Rekan.

Saat ini, lanjut Jambak, Rekan telah berhasil diuji coba di Provinsi Bali dan akan menjangkau daerah lain seperti Aceh. Jika uji coba berhasil, Pupuk Indonesia akan melakukan duplikasi ke provinsi lainnya secara bertahap.
 
"Rekan merupakan aplikasi digital yang digunakan oleh kios resmi untuk memproses penyaluran pupuk bersubsidi. Aplikasi ini khusus untuk kios dan memiliki fitur yang dapat diintegrasikan dengan database e-RDKK, sehingga memudahkan pengawasan," tandasnya. (N-2)

Baca Juga

DOK.MI

Polda NTB Sita 2,7 Kg Sabu dari Sindikat Jaringan Sumatra

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 22:52 WIB
Pria tersebut berinisial WS alias Cekok yang berprofesi sebagai sopir truk asal Masbagik Selatan, Kabupaten Lombok...
Dok. Pribadi

Yogyakarta Terus Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah ASEAN Tourism Forum 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 22:41 WIB
Yogyakarta bersiap menggelar perhelatan akbar ASEAN Tourism Forum (ATF) yang akan dihelat pada tanggal 2-5 Februari...
Dok. Pribadi

Laurenzus Kadepa: Selamat Datang Calon Presiden Anis Baswedan di Papua

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Rabu 07 Desember 2022, 22:27 WIB
Lanjut dia, kehadiran Anies di Jayapura untuk menghadiri perayaan Natal nasional dan Peresmian Kantor DPW NasDem Papua bukan untuk hal-hal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya