Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
SUBSEKTOR pertanian tanaman pangan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah,
memiliki peran penting dan strategis dalam menjaga ketersediaan pangan,
khususnya beras untuk kebutuhan masyarakat.
Kabupaten Klaten telah dikenal sebagai lumbung pangan. Produksi beras
melimpah dan dapat menopang Provinsi Jawa Tengah, bahkan nasional.
Ketersediaan pangan ini yang harus terus dipertahankan.
Hal itu dikatakan Bupati Sri Mulyani pada pembukaan Agro Expo Pertanian
Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Klaten di halaman Dinas
Ketahanan Pangan dan Pertanian Klaten, Rabu (2/11).
Menghadapi krisis pangan, pembangunan di bidang pertanian tanaman pangan (beras) akan terus didorong. Hal ini untuk tetap menjaga ketahanan maupun kedaulatan pangan di Kabupaten Klaten.
"Alhamdulillah, selama tiga tahun berturut-turut pada masa sulit akibat
pandemi, Indonesia swasembada pangan, khususnya beras. Presiden Joko
Widodo pun mendapat penghargaan dari FAO," ujarnya.
Swasembada beras, lanjutnya, tentu sangat membanggakan. Itu berkat
perjuangan petani Indonesia, termasuk Klaten. Tapi, kita tidak boleh
berpuas diri dan apa yang telah kita raih harus dipertahankan.
Terkait krisis pangan pada 2023 dan angka infl`si cukup tinggi yang
disampaikan Presiden Joko Widodo, Bupati Sri Mulyani meminta petani
untuk selalu siap menjaga kemandirian pangan di Kabupaten Klaten.
"Menyoal stok beras, Klaten aman. Kita surplus beras 38.000 ton. Saya
terima kasih kepada petani yang turut mengantisipasi krisis pangan pada
2023. Tingkatkan terus produksi beras Klaten," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
(EKPP) Klaten, Widiyanti, mengajak masyarakat khususnya petani untuk
siap mewujudkan Kabupaten Klaten yang mandiri pangan.
"Mari kita pertahankan kedaulatan pangan di Kabupaten Klaten, guna
mewujudkan Klaten yang maju, mandiri, dan sejahtera sebagaimana visi
misi Bupati dan Wakil Bupati Klaten," ujarnya.
Ketua KTNA Kabupaten Klaten, Maryanto, melaporkan Agro Expo Pertanian
digelar selama dua hari, 2-3 November 2022. Kegiatan ini diikuti 26 KTNA Kecamatan, serta 12 sponsor linear dan 6 stand mitra.
"Tujuan diselenggarakan Agro Expo Pertanian, yakni untuk memberikan
gambaran atau menunjukkan kepada masyarakat bahwa petani di Klaten telah siap untuk mengantisipasi krisis pangan," tandasnya.
Pembukaan Agro Expo Pertanian juga dihadiri Wakil Bupati Yoga Hardaya,
Kepala PPMKP Ciawi Yusran Tahir, Ketua KTNA Jawa Tengah, dan Kepala
BPJamsostek Klaten Noviana Kartika Setyaningtyas. (N-2)
Potensi produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun ini selama periode Januari-Agustus meningkat dibanding tahun lalu
PEMERINTAH Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), memastikan akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, terkait kasus tanah demplot pertanian.
Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat secara maraton bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (20/8).
Wamentan Sudaryono mengajak para wisudawan Polbangtan Yoma untuk menjemput impian dengan usaha terbaik dan bangkit membangun sektor pertanian.
Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi beras nasional hingga September 2025 surplus sebanyak 4,86 juta ton dari target yang telah ditetapkan.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut HUT ke-80 RI merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap kemandirian pangan nasional.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved