Kamis 27 Oktober 2022, 18:32 WIB

PT Pupuk Indonesia Sumbagsel Pastikan Penuhi Kebutuhan Pupuk Subsidi

Cri Qanon Ria Dewi | Nusantara
PT Pupuk Indonesia Sumbagsel Pastikan Penuhi Kebutuhan Pupuk Subsidi

MI/Cri Qanon Ria Dewi.
Yang menjadi permasalahan ialah terbatasnya jumlah pupuk subsidi dan peraturan pemerintah membuat tidak semua petani memperoleh jatah.

 

PT Pupuk Indonesia (persero) memastikan tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Pasalnya, di semua gudang milik induk BUMN produsen pupuk tersebut telah dipenuhi untuk kebutuhan selama dua minggu ke depan.

"Kami sesuai aturan menyiapkan stok dua minggu pada bulan berjalan," ujar SVP Penjualan Wilayah Barat PT Pupuk Indonesia (Persero), Agus Susanto, di Bandarlampung, Kamis (27/10). Ia menyebutkan dengan keberadaan stok pupuk tersebut pihaknya menyalurkan pupuk subsidi kepada petani. 

Yang menjadi permasalahan ialah terbatasnya jumlah pupuk subsidi dan peraturan pemerintah membuat tidak semua petani memperoleh jatah pupuk subsidi. VP Penjualan Wilayah 2 (Sumbagsel) Jambak mencontohkan penyaluran pupuk subsidi mengikuti Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 yang terbit pada Juli lalu. 

Pada aturan tersebut membatasi pupuk subsidi hanya untuk dua jenis, yaitu urea dan NPK. Sebelumnya, lima jenis pupuk yang disubsidi, yaitu urea, NPK, SP-36, organik, dan Za.

Selain itu, pemerintah memperkecil jenis komoditas yang disubsidi dari 70 jenis menjadi sembilan komoditas, yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kakao, dan kopi. "Jadi di luar sembilan komoditas tersebut tidak bisa mendapatkan jatah pupuk subsidi. Mereka harus menggunakan pupuk dengan harga komersial."

Walaupun ada pembatasan jenis komoditas yang mendapat subsidi, Agus Susanto menyatakan jumlah penyaluran pupuk subsidi ke daerah tidak dikurangi. "Kuantitas pupuk yang disalurkan kepada petani sembilan komoditas ditingkatkan," ujar Agus.

Jambak menambahkan terkait sering munculnya isu kelangkaan pupuk di daerah bukan karena tidak ada penjualan pupuk di pasaran, tetapi karena alokasi pupuk subsidi habis. Ia menyebutkan penerima pupuk subsidi ialah petani yang terdaftar dalam RDKK (Rencana Difinitif Kebutuhan Kelompok). "Mereka yang tidak terdaftar membeli pupuk dengan harga komersial."

Harga pupuk subsidi jenis urea Rp2.250 per kilogram, harga komersialnya sekitar Rp8.000-an. Sedangkan harga pupuk subsidi jenis NPK Rp2.300 per kilogram, sedangkan harga di pasaran sekitar Rp12.000. (OL-14)

Baca Juga

Antara/Iggoy el Fitra.

NasDem Targetkan Anies Baswedan Raup 75% Suara di Sulteng

👤M Taufan SP Bustan 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:16 WIB
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad M Ali mengatakan Ketua DPRD Sulteng dijabat oleh politikus NasDem. Gubernur Sulteng juga dijabat oleh...
Dok. Mutuagung Lestari

Peduli Korban Gempa Cianjur, MUTU International Peduli Serahkan Bantuan dan Kunjungi Posko Bencana

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:15 WIB
MUTU International Peduli menyerahkan bantuan berupa beragam sembako, baju bekas layak pakai, handuk, selimut, tenda, dan uang tunai kepada...
MI/Haryanto

Kreatifitas Siswa-Siswi SMK PGRI 1 dan 2 Kudus Diapresiasi Presiden

👤Haryanto 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:15 WIB
KREATIVITAS  pelajar SMK PGRI 1 dan 2  Kudus mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo saat puncak peringatan HUT PGRI ke 77...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya