Kamis 27 Oktober 2022, 17:32 WIB

Musibah Kapal Express Cahaya 77, Gagal Selamatkan Keluarga Karena Pintu Kelas Ekonomi Terkunci

Palce Amalo | Nusantara
Musibah Kapal Express Cahaya 77, Gagal Selamatkan Keluarga Karena Pintu Kelas Ekonomi Terkunci

DOK MI
Kapal Express Cahaya 77

 

GLANIS Pella berlari dari Kelas VIP Kapal Express Cantika 77 menuju  kelas ekonomi untuk menyelamatkan Ernest Salmun Zadrak Sula, 63. Saat itu, kapal sudah terbakar dan api terus membesar dan penumpang di kapal dalam kondisi panik, berlarian menyelamatkan diri masing-masing. Akan tetapi, upaya Glanis untuk menyelamatkan anggota keluarganya itu tidak berhasil.

"Setelah keluar dari ruangan, saya kembali lagi karena ingat bapak  Ernest ada di kelas ekonomi, tetapi sampai di depan ruangan, pintu tidak bisa dibuka karena terkunci dari dalam," kata Glanis Sula kepada Media Indonesia, Kamis (27/10).

Dia menceritakan detik-detik kebakaran kapal tersebut pada Senin (24/10) sekitar pukul 13.30 Wita. Musibah itu mengakibatkan 18 penumpang tewas dan puluhan penumpang lainnya belum ditemukan termasuk Ernest.

Saat itu, penumpang kelas ekonomi pun tidak satupun keluar dari ruangan. Karena tidak berhasil masuk ke kelas ekonomi, Glanis yang sudah mengenakan jaket penolong langsung terjun ke laut mengikuti penumpang lainnya. 

Ia selamat karena berpengangan pada salah satu sekoci kapal yang berhasil dibuang ke laut oleh anak buah kapal, sedangkan tujuh sekoci lainnya tidak dibuang ke laut sehingga terbakar bersama kapal.

Menurut Glanis, kebakaran berawal dari air conditioner (AC) portable yang diletakan di sudut ruangan VIP. Saat kapal melaju di perairan dekat Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, AC ruangan tiba-tiba mati kemudian hidup lagi sebanyak empat kali.

Karena suhu di ruangan panas mulai panas, Gladis bertanya kepada seorang anak buah kapal. "ABK itu bilang tidak apa-apa karena petugas sedang mengisi freon," ujarnya. 

Beberapa saat kemudian AC tersebut mati lagi seperti sebelumnya. "Total delapan kali AC mati hidup," katanya.

Saat AC mati ke delapan kalinya, keluar asap. Penumpang berpikir hanya  kebakaran kecil dan api sudah dipadamkan, ternyata api terus membesar membakar AC. ABK mulai panik dan buru-buru memadamkan api mengunakan pemadam ringan (Apar) yang tersedia di kapal. "Alat pemadamnya kecil, lebih besar sedikit dari ukuran botol bir, saat disemprot, api bukan mati tapi membesar," jelasnya.

Menurutnya, beberapa penumpang di kelas VIP ikut terbakar tetapi berhasil keluar ruangan dan terjun ke laut setelah mengenakan jaket penolong. Dia juga tidak tahu nasib penumpang yang ada di kelas ekonomi.

Kepala Kantor SAR Kelas A Kupang, Putu Sudayana mengatakan anggota tim SAR tidak menemukan ada penumpang yang masih terjebak di kapal. "Kemarin teman-teman sudah sampai ke kapal dan tidak ada korban di sana," ujarnya.

Sementara itu, keluarga korban melaporkan masih 23 anggota keluarga mereka yang naik kapal tersebut belum ditemukan, sedangkan total penumpang kapal tersebut sesuai laporan SAR Kupang sebanyak 329 orang, 18 orang di antaranya meninggal, berbeda dengan data manifes kapal sebanyak 167 orang dan 10 kru.

Data tersebut juga beda yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana(BPBD) NTT yang menyebutkan total penumpang kapal 249 orang. "Total keseluruhan korban kapal Express Cantika 77 berjumlah 349 orang," kata Kepala BPBD NTT Ambrosius Kodo. Terkait musibah tersebut, Polda Nusa Tenggara Timur sedang memeriksa nakhoda kapal bersama kru lainnya dan sejumlah penumpang. (OL-15)
 

Baca Juga

Dok. JAwa Eye Indonesia

Jawa Eye Indonesia Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Bumi Cianjur

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 01 Desember 2022, 02:01 WIB
PR Manager Jawa Eye Indonesia Setiadi menyatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Jawa Eye Indonesia atas musibah Gempa...
MI/HO

Paramitha DPR Kawal Pemasangan Listrik Baru di Brebes

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 22:49 WIB
Pemerintah merencanakan bantuan pasang baru listrik 2022 kepada 1.086 rumah warga miskin di Brebes, Jawa...
Dok. Peradi

Peradi Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 21:54 WIB
Hal ini merupakan satu misi peduli kemanusiaan dari para pengurus dan advokat anggota Peradi yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya