Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kombinasi Sipil dan Militer Dinilai masih Berpeluang terjadi di Pilpres 2024

Mediaindonesia.com
06/10/2022 13:05
Kombinasi Sipil dan Militer Dinilai masih Berpeluang terjadi di Pilpres 2024
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kedua kiri) bersama pengurus Bunda Milenial memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha.(ANTARA/Hafidz Mubarak A )

MESKI pemilihan presiden masih sekitar dua tahun lagi, faktanya saat ini keriuhan para bakal calon presiden sudah terjadi. Keriuhan itu bisa dilihat dari berbagai polling ataupun koalisi. Bahkan ada partai yang sudah terang-terangan dan resmi mencalonkan capresnya.

Hal itu diungkapkan pengamat politik Agus Abdullah. Menurutnya, meski sudah ada beberapa nama yang berpotensi diusung sebagai capres, semua peluang masih terbuka. Demikian halnya posisi cawapres.  

Karena itu berbagai kemungkinan masih amat mungkin akan terjadi. Termasuk kemungkinan terjadinya kombinasi sipil-militer pada salah satuh pasangan capres-cawapres nanti. Secara khusus ia melihat potensi Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Ia mengungkapkan eksistensi Moeldoko menciptakan suatu kolaborasi dan sinergi terkait berbagai langkah Presiden Jokowi dalam mendorong untuk kemajuan Indonesia.  Moeldoko dinilai mampu mendukung dan melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo di berbagai kebijakan.

“Kehadiran Moeldoko cukup membantu tugas-tugas maupun kebijakan dari Presiden,”ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/10).  “Beliau memahami betul suatu keadaan teritorial yang bersifat komprehensif."

“Moeldoko selaku Kepala Staf Presiden ini, memang cukup konsen isu-isu yang terkait kiranya ada tugas maupun ada perintah dari Presiden,” tambahnya.

Agus bahkan memprediksi KSP Moeldoko yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) berpotensi untuk maju di Pilpres 2024 dengan latar belakang militer yang dimilikinya. “Kalau adanya peluang atau potensi untuk beliau dalam kontestasi mengikuti pemilu 2024 nanti kenapa tidak.”

Menurut Agus figur seperti Moeldoko dengan rekam jejak yang baik sangat dibutuhkan dengan kondisi geopolitik global saat ini, karena untuk mengimbangi langkah kolaborasi dan sinergi dalam kepemimpinan antara sipil dan militer. (RO/A-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Maulana
Berita Lainnya