Senin 03 Oktober 2022, 09:18 WIB

SKI: Usut Pemicu Terjadinya Korban Jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan

mediaindonesia.com | Nusantara
 

TRAGEDI kemanusiaan yang merenggut 153 nyawa penonton sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Malang (2/10) menyisakan kepedihan yang mendalam bagi seluruh lapiran masyarakat.

Peristiwa memilukan yang terjadi pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu hendaknya menjadi bahan refleksi bersama agar tak terulang kembali di kemudian hari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekjen SKI (Sekretariat Kolaborasi Indonesia) Raharja Waluya Jati, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/10/2022).

Menurut Jati, SKI mendorong agar pemerintah melakukan pengusutan yang transparan dan tuntas mengenai penyebab terjadinya korban jiwa yang besar dalam peristiwa tersebut. 

”Pemerintah semestinya menguraikan tragedi Kanjuruhan secara saintifik dan obyektif, juga memproses pihak yang harus bertanggungjawab, secara pribadi maupun institusi,” ujarnya.

Baca juga: GPK : Tragedi Kanjuruhan Momentum Reformasi Penyelenggaraan Sepak Bola Indonesia

Dalam pandangan organisasi masyarakat pendukung Anies Baswedan itu, momen peringatan Hari Kesaktian Pancasila seharusnya dapat menjadi pendorong bagi negara untuk mengusut  terjadinya tragedi kemanusiaan itu secara serius.

”Kami mengusulkan tim pencari fakta independen untuk menginvestasi tragedi yang disebut-sebut terbesar kedua dalam sejarah sepakbola di dunia itu. Keseriusan pengusutan tragedi Kanjuruhan akan membuktikan bahwa Pancasila masih menjadi ideologi kerja para pejabat publik,” lanjutnya.

Jati menambahkan, pertanggungjawaban dari otoritas sepakbola dan pihak keamanan yang berwenang juga perlu disampaikan secara terbuka untuk menunjukkan masih dijunjung tingginya integritas dalam ranah kepemimpinan publik di Indonesia.

”Di saat institusi penegak hukum mendapatkan banyak sorotan tajam atas berbagai kasus penyalahgunaan wewenang, investigasi menyeluruh terhadap tragedi Kanjuruhan dapat menjadi titik awal untuk mengembalikan kepercayaan publik,” ungkapnya.

Jati mengingatkan, kegagalan mengantisipasi potensi gangguan keamanan pasca pertandingan sepakbola antara Arema melawan Persebaya itu akan membuat Indonesia menjadi sasaran kritik dunia internasional.

Apalagi, dalam beberapa minggu ke depan, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan G20 yang menuntut kesempurnaan penjagaan keamanan.

”Kami berharap pemerintah segera mengevaluasi celah-celah yang memungkinkan terjadinya tragedi Kanjuruhan sebagai bahan masukan untuk menyempurnakan antisipasi dan penanganan gangguan keamanan dan ketertiban di dalam negeri,” jelasnya.

Di samping menyoroti isu pengusutan kasus dan kebijakan keamanan, SKI berharap agar dunia persepakbolaan Indonesia dapat segera pulih dan bangkit dari trauma mendalam atas peristiwa tersebut.

”Sesuai yang kita dengar, kompetisi sepakbola akan dihentikan sementara waktu sembari dilakukan investigasi. Teman-teman pecinta sepabola seluruh Indonesia perlu mengawal agar investigasi tersebut berjalan sesuai harapan masyarakat,” pungkas Jati. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA

Bulog Cirebon Terus Serap Beras Petani

👤Nurul Hidayah 🕔Rabu 30 November 2022, 20:15 WIB
BULOG Cirebon, Jawa Barat hingga kini masih melakukan penyerapan beras dari...
ANTARA

Produksi Padi Banyumas Diproyeksikan Surplus

👤Lilik Darmawan 🕔Rabu 30 November 2022, 20:06 WIB
PEMKAB Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) menyatakan bahwa produksi padi di kabupaten setempat melebihi dari kebutuhan penduduk di...
MI/SUPARDJI RASBAN

Listrik Gratis Dinikmati 1.086 Keluarga Miskin di Brebes Tahun Ini

👤Supardji Rasban 🕔Rabu 30 November 2022, 19:55 WIB
Mereka yang mendapatkan BPBL adalah warga yang belum terdaftar di PLN sebagai pengguna listrik. Kriteria utamanya adalah mereka merupakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya