Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengingatkan pada Oktober tahun ini merupakan puncak musim hujan di Kota Medan, Sumatra Utara.
"Puncak musim hujan di Kota Medan dan sekitarnya itu, normalnya bulan Oktober," kata prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Utami Al Khairiyah di Medan, Jumat (30/9).
Puncak musim hujan ini, jelas dia, tidak hanya terjadi di Kota Medan, tapi di Sumatra Utara secara umum sehingga perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
Dampak bencana hidrometeorologi yang ditimbulkan, di antaranya berupa potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang dan pohon tumbang.
"Kita perkirakan banjir dalam kategori rendah hingga menengah, dan longsor menengah hingga tinggi. Petir dan angin kencang di lereng barat pegunungan, lereng timur bagian utara dan pantai barat di Sumut," katanya.
Ia juga menegaskan potensi curah hujan pada Oktober akan meningkat dibandingkan September tahun ini antara sedang hingga lebat di atas 50 milimeter per hari di Sumatra Utara.
Namun khusus kondisi cuaca di Kota Medan dan sekitarnya tiga hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
"Cuaca di pagi hingga siang hari cerah dan berawan, tetapi memasuki sore sampai malam dan bahkan dini hari diperkirakan turun hujan sedang di Medan," ucap dia.
"Ke depan yang perlu diwaspadai banjir kiriman, baik di Sungai Deli, Sungai Babura maupun sungai lainnya. Waspadai juga genangan karena meningkatnya curah hujan pada bulan Oktober," papar Utami. (Ant/OL-12)
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Pelaku disebut sering melihat ibunya melakukan kekerasan verbal dan fisik terhadap kakaknya, dirinya sendiri, hingga ayahnya.
Cuaca ini disebabkan Bibit Siklon Tropis Bakung di Samudra Hindia barat daya Lampung; Bibit Siklon 93S di Samudra Hindia selatan Jawa Timur; dan Bibit Siklon 95S
Kota Langsa merupakan penyumbang transaksi terbesar bagi Pasar Induk Lau Cih.
Endipat juga mengkritik pihak-pihak yang hanya sekali datang ke lokasi bencana namun mengklaim paling bekerja. Menurutnya, pemerintah sudah bergerak sejak hari pertama.
Ia menambahkan bahwa Indonesia berupaya memasukkan ketentuan terkait bisnis dan HAM ke dalam revisi Undang-Undang HAM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved