Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan pihaknya akan memprioritaskan penggunaan kendaraan listrik di kawasan pariwisata mulai 2023.
"Daerah tujuan wisata ini akan menjadi prioritas mulai tahun 2023 untuk menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai, baik sepeda motor maupun mobil," ucap Koster dalam seminar tentang kendaraan listrik di Jakarta, Kamis.
Koster mengatakan daerah wisata yang masuk zonasi penerapan kendaraan listrik adalah Nusa Dua, Kuta, Sanur, Denpasar, Ubud, Gianyar, dan Nusa Penida.
Lebih lanjut Koster menilai penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di daerah wisata akan meningkatkan citra Bali di mata pelancong internasional.
Citra Bali sebagai wilayah yang mengedepankan penggunaan energi baru terbarukan juga makin meningkat seiring digunakannya kendaraan listrik pada gelaran Presidensi G20 yang akan dihelat di Pulau Dewata pada November mendatang.
Terkait hal tersebut, Koster berharap nantinya kendaraan listrik yang digunakan dalam Presidensi G20 di Bali bisa terus berada di pulau tersebut sebagai bentuk keseriusan penggunaan kendaraan listrik yang berkelanjutan.
"Ini kami sudah ajukan permohonan supaya (kendaraan listrik) itu ditinggal di Bali, bisa dibuatkan skema yang meringankan," ucap dia.
Koster kemudian menuturkan bahwa banyak keuntungan yang diperoleh dengan bermigrasi ke kendaraan listrik, seperti perawatan yang lebih mudah, hadirnya udara yang lebih bersih, serta pengeluaran biaya yang lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.
Dia telah menginstruksikan para pegawainya untuk mulai menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai. Selain itu, dirinya juga mendorong anak-anak muda di Bali untuk beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan tersebut.
"Kami akan buatkan skema dengan lembaga keuangan dan juga industri supaya itu lebih menarik bagi para anak-anak muda kita," ucap dia. (Ant/OL-12)
Indef menilai pemerintah perlu segera mengaktifkan kembali insentif kendaraan listrik guna meredam tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia.
Dengan biaya pengisian listrik sekitar Rp6.000 untuk penggunaan harian, motor listrik jadi pilihan rasional di tengah potensi kenaikan harga BBM.
BBM masih menyumbang sekitar 30% dalam bauran energi nasional, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga dunia.
Ia menambahkan, agar manfaat program ini semakin optimal, dukungan kebijakan perlu diperluas dengan tidak hanya menyasar pada subsidi pembelian.
Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia.
Sebanyak 180 ribu mobil listrik diprediksi mudik Lebaran 2026. Kemenko Infrastruktur & Entrev pastikan kesiapan SPKLU dan layanan pendukung bagi pemudik EV.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved