Sabtu 24 September 2022, 11:10 WIB

Pemkab Garut Tetapkan Tanggap Darurat Bencana atas Banjir di Pamengpeuk

Adi Kristiadi | Nusantara
Pemkab Garut Tetapkan Tanggap Darurat Bencana atas Banjir di Pamengpeuk

dok.Kominfo Garut
Banjir bandang terjang Kabupaten Garut dan lokasi terdampak banjir di daerah Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, KecamatanTar

 

PEMERINTAH Kabupaten Garut, menetapkan tanggap darurat bencana selama sepekan, paska banjir bandang luapan Sungai Cipalebuh pada Kamis (22/9) yang menggenangi 1.600 rumah di Kecamatan Pameungpeuk dan satu korban meninggal.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan, akibat banjir bandang luapan Sungai Cipalebuh ini merendam 1.600 rumah di Kecamatan Pameungpeuk. Juga longsor di empat lokasi yakni Kecamatan Cisompet, Singajaya, Banjarwangi, dan Cibalong. Satu rumah tertimpa material longsor menyebabkan satu orang meninggal dan seorang lagi harus mendapat perawatan.

"Bencana banjir dan longsoor ini terjadi di lima kecamatan di Garut selatan. Pemkab Garut menetapkan masa tanggap darurat bencana selama sepekan. Kondisi bencana paling parah di Kecamatan Pameungpeuk. Petugas masih menghitung kerugian yang dialami oleh warga termasuk melakukan langkah-langkah penanganan," kata Helmi Budiman, Sabtu (24/9/2022).

Ia mengatakan, data sementara dari banjir bandang ini menyebabkan 400 rusak ringan dan sedang. Dua rumah rusak berat, diprediksi kerugian atas bencana yang terjadi mencapai Rp10 miliar.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Satria Budi, mengatakan, banjir bandang luapan Sungai Cipalebuh ini menyebabkan Desa Pameungpeuk, Sirnabakti, Mandalakasih dan Desa Paas, terendam air setinggi 60 sentimeter hingga 1,5 meter. Namun, banjir yang menerjang itu memang ada sejumlah kampung di empat desa yakniKampung Kaum Lebak, Bintara, Leuwigenteng, Sukapura, Leuwisimar dan Segleng.

"Selama masa tanggap darurat bencana para petugas gabungan mulai dari TNI, Polri, BPBD, Tagana dan relawan lainnya sekarang masih berupaya membersihkan material lumpur dan memberikan air bersih bagi masyarakat yang terdampak termasuk pakaian dan makanan. Karena, beberapa fasilitas umum terdampak termasuk jembatan roboh dan jalan tertimbun longsor," paparnya. (OL-13)

Baca Juga: Bupati Ngada dan UBL Jajaki Kerjasama Pendidikan dan Kebudayaan

 

Baca Juga

DOK MI.

Diduga Arus Pendek, Kebakaran Hanguskan 54 Kios Pasar Banjarsari

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 16:52 WIB
Sebanyak 54 kios pedagang berada di Blok B Pasar Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (28/9), sekitar...
MI/PALCE

Jenazah DPO Tewas Ditembak Polisi di Belu Diautopsi

👤Palce Amalo 🕔Rabu 28 September 2022, 16:47 WIB
Kapolda mengatakan autopsi dilakukan oleh dokter ahli untuk memastikan penyebab tewasnya GYL, DPO pengeroyokan di kabupaten...
MI/Lina Herlina

Sidang HAM Paniai Hadirkan 2 Sopir Sebagai Saksi

👤Lina Herlina 🕔Rabu 28 September 2022, 16:36 WIB
Saksi dari warga tidak ada yang hadir, sementara dari Polri hanya empat yang hadir, yaitu Andy Richo Amir, Abner Onesimus Windesi, Riddo...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya