Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCARIAN terhadap enam nelayan yang hilang di perairan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur memasuki hari ke-4, Kamis (1/9). Namun, sampai pukul 15.30 Wita belum ada tanda-tanda nelayan bersama kapal yang mereka tumpangi ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang I Putu Sudayana mengatakan luas area pencarian mencapai 65 nautical mile atau 120,380 kilometer. Pencarian kapal nelayan ini melibatkan KN Antareja yang merupakan salah satu kapal canggih yang dimilik SAR Kupang.
Kapal ini memiliki sistem navigasi moderen untuk mencari obyek di permukaan laut, radar cuaca, radio komunikasi, ruang perawatan medis, sonar dan Echosounder Sedangkan, sekoci Kapal SAR Antareja melakukan pencarian mulai dari Pelabuhan WIni dan wilayah perairan sekitarnya.
Menurut Putu, pencarian terhadap kapal nelayan dipimpin Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kupang Saidar Rahmanjaya, juga melibatkan unsur dari Polsek Wini, Pos TNI Angkatan Laut Atapupu, Pos Angkatan Laut Oepoli, Pos Polisi Airud Atapupu, Unit Siaga SAR Atambua, Polsek Naikliu, Tagana Kab. TTU, Lantamal VII Kupang, Polda NTT dan keluarga korban
"Basarnas Kupang akan terus berupaya secara maksimal dan memohon doa dan dukungan semua pihak agar korban dapat segera ditemukan," kata Putu.
Sebelumnya, kapal nelayan yang hilang tersebut, berlayar dari Pelabuhan Bolok di Kupang menuju Pelabuhan Wini di Timor Tengah Utara. Namun, saat tiba di perairan antara Naikliu dan Oepoli, wilayah Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste, kapal mengalami patah kemudi.
Musibah tersebut langsung disampaikan oleh keluarga nelayan ke SAR Kupang dan langsung melakukan pencarian. Namun setelah Tim SAR tiba di lokasi kejadian, tidak menemukan kapal bersama nelayan. Enam nelayan yang berada di atas kapal yakni Philipus Tumbas, 57, Nando Sakunab, 20, Regi Eko, 29, Beny Bana, 37, Oni Kase, 27, dan Andi, 54. (PO)
KM Cahaya Intan Celebes GT 44 tenggelam di Perairan Poleang, Bombana, Sulawesi Tenggara akibat kebocoran dan gelombang tinggi.
SEKITAR satu jam kru KM Samudera berjuang menyelamatkan kapal mereka setelah kebocoran di lambung kanan saat berlayar di perairan Bintan, Senin (2/2) sore.
PDIP menyoroti aspek keselamatan transportasi wisata
OPERASI SAR terhadap satu WNA Spanyol, korban tenggelamnya KM Putri Sakinah resmi ditutup, Jumat (9/1) pukul 15.00 Wita.
OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah resmi ditutup pada Jumat, (9/1).
ARUS laut kencang di perairan Laut Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak menyurutkan langkah Tim SAR Gabungan dalam melanjutkan pencarian satu Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol.
Jenis kombong lajar kini dijual Rp50.000 per 11 ekor. Sementara ikan belang kuning yang sebelumnya dijual sekitar Rp30.000 ekor, kini naik menjadi Rp50.000 ekor.
ANTUSIASME masyarakat Kota Kupang terhadap vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) melampaui ekspektasi. Pada hari pertama pelaksanaan, Selasa (3/2), jumlah pendaftar mencapai 370 orang.
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Sjafrie menegaskan bahwa sejarah perjalanan Timor Timur adalah urusan kebangsaan yang harus diletakkan pada fondasi empati dan persaudaraan.
Sinergi seluruh stakeholder menjadi kunci utama dalam memastikan pengoperasian bandara internasional dapat berjalan optimal sejak hari pertama.
MENJELANG Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengungkapkan telah melakukan berbagai cara untuk meredam harga utamanya komoditas pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved