Rabu 31 Agustus 2022, 09:30 WIB

Harga Telur di Pantura Jateng Berangsur Turun

Akhmad Safuan | Nusantara
Harga Telur di Pantura Jateng Berangsur Turun

MI/Tosiani
Ilustrasi pedagang telur

 

HARGA telur di beberapa pasar tradisional di pantura Jawa Tengah berangsur turun dan diperkirakan memasuki bulan September harganya menjadi Rp24.000-25.000 per kilogram. Kini, pedagang masih mempertahankan harga untuk menghabiskan stok yang tersedia.

Pantauan Media Indonesia, Rabu (31/8), harga telur ayam ras berangsur mulai turun di beberapa pasar tradisional di pantura Jawa Tengah seperti Semarang, Kendal, Batang dan Salatiga, meskipun penurunan harganya rata-rata Rp1.500 per kilogram.

Terjadinya penurunan harga telur ayam ras yakni dari sebelumnya masih Rp31.000-32.000 per kilogram menjadi Rp29.000-30.500 per kilogram dan kembali turun Rp28.000-29.500 per kilogram dikarenakan mulai berlimpahnya telur di pasaran menambah banyak stok tersedia.

"Mulai turun dari kemarin, namun beberapa pedagang masih menjual tinggi karena menghabiskan stok lama yang masih mahal," ujar pedagang sembako di Pasar Cepiring Kendal, Suryani, 45.

Hal serupa juga diungkapkan Endang, 50, pedagang di Pasar Ungaran, Kabupaten Semarang, harga telur ayam ras berangsur mulai turun. Hal ini dikarenakan stok bertambah banyak dari peternak menjadikan harga merambat turun.

"Pedagang masih bertahan di harga tinggi karena menghabiskan sisa stok lama saja," ucap Endang.

Baca juga: Mendag Sebut Kenaikan Harga Telur Naik karena Kemerdekaan

Ketua Asosiasi Koperasi Unggas Sejahtera Kabupaten Kendal Suwardi mengatakan secara bertahap harga telur ayam ras turun, bahkan diperkirakan pada September sudah menjadi Rp24.000-25.000 per kilogram karena ayam di peternak sudah mulai dewasa dan berproduksi.

"Saat ini sudah turun lagi Rp1.300 per kilogram, bahkan dari koperasi sudah menjual Rp26.000-27.000 per kilogram dan di pasaran Rp28.000 per kilogram," kata Suwardi.

Naiknya harga telur ayam ras hingga mencapai puncak tertinggi, ungkap Suwardi, karena terjadinya penyerapan pasar cukup besar yakni untuk memenuhi kebutuhan perayaan hari kemerdekaan dan bantuan sembako, meskipun produksi di pantura barat Jawa Tengah tetap stabil di angka 1,1 ribu ton per bulan.

Menurunnya harga telur diperkirakan terjadi September. Suwardi membeberkan penurunan harga selain karena adanya peningkatan produksi telur di peternak juga jumlah permintaan pasar kembali normal.

"Kalau saat ini pedagang masih mempertahankan harga tinggi karena menghabiskan stok saja, besok akan mulai ada penyesuaian," pungkas Suwandi.(OL-5)

Baca Juga

dok.pribadi

Pemuka Agama Papua: Pejabat Publik Punya Tanggung Jawab Kepada Tuhan

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 25 September 2022, 20:36 WIB
PENDETA Alberth Yoku, Tokoh Agama di Sinode GKI Sentani Papua, angkat bicara terkait mangkirnya panggilan KPK terhadap Gubernur Papua,...
DOK MI.

Nilai Kerugian akibat Banjir di Mukomuko Terhitung Rp150 Miliar

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 20:20 WIB
Itu meliputi aset provinsi, kabupaten, dan desa, termasuk...
dok.pribadi

Tokoh Pemuda Papua Dukung KPK Tuntaskan Dugaan Korupsi Gubernur Lukas Enembe

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 25 September 2022, 20:20 WIB
TOKOH Pemuda Papua, Martinus Kasuay, sepakat agar proses hukum kasus dugaan korupsi Gubernur Papua terus dijalankan proses penegakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya