Selasa 30 Agustus 2022, 21:21 WIB

Oknum Penyidik KLHK Diduga Peras Pelaku Pemboman Ikan di TNK

John Lewar | Nusantara
Oknum Penyidik KLHK Diduga Peras Pelaku Pemboman Ikan di TNK

MI/John Lewar
Gelar barang bukti dan keteragan pers oleh Direktur Gakum KLHK, Rasio Ridho Sani, di pelabuhan Labuan Bajo, NTT, Senin (29/8/2022)

 

AROMA tak sedap dihembuskan dari Keluarga ke enam orang pelaku boman ikan di Loh Letuho Taman Nasional Komodo (TNK). Mereka mengaku di peras oleh oknum  berinisial AJA petugas Gakum KLHK yang bertugas sebagai nahkoda Kapal Badak Laut di Labuan Bajo Manggarai Barat, NTT.

Sebelumnya, enam orang pelaku pemboman ikan di Loh Tuho kawasan TNK telah diamankan Petugas Gakum KLHK di Labuan Bajo sejak tanggal 20 Agustus 2022 lalu, diduga keluarga para pelaku, dipaksa menyetorkan sejumlah uang agar para pelaku bisa diringankan hukumannya.

Hal itu di ketahui setelah salah satu keluarga korban bernama Anhar saat dihubungi wartawan, Selasa (30/8), menceritakan pertemuannya dengan Komandan Kapal Patroli Badak Laut, KLHK berinisial AJA diatas kapal Badak Laut hingga negosiasi transaksi.

Kedatangan Anhar di atas kapal patroli bukan tanpa alasan. Ia diminta oleh Ambros Dalija  penyidik KLHK untuk mengambil beberapa surat penahanan kemudian, akan diserahkan kepada keluarga pelaku pemboman ikan.

Dalam rentang waktu berselang, menurut penuturan Anhar, ia diajak oleh Komandan Kapal Patroli berinisial AJA untuk bertemu di sekitar kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berlokasi di kampung Ujung kelurahan Labuan Bajo.

"Pada saat Pak Ambros masuk mau ambil surat diatas kapal, dia kan (Oknum AJA) duduk di sebelah saya waktu itu, kemudian dia bilang sudah nanti kita ketemu saja di TPI jam 10 malam," terang Anhar.

Usai berurusan dengan Ambros malam itu juga Anhar langsung menuju kawasan TPI tempat pertemuan mereka, malam itu. "Akhirnya kami bertemu jam 10 malam," jelas Anhar kepada wartawan saat berada di Kantor Gakkum, Balai Taman Nasional Komodo, Senin malam (29/8).

Saat berada di TPI, jelas Anhar, oknum AJA meminta keluarga untuk menyiapkan uang sebanyak Rp60 juta . Uang tersebut menurut AJA akan dibagi kepada Jaksa dan Hakim agar hukuman terhadap pelaku dapat diringankan dibawah 5 bulan.

Bagi Anhar permintaan uang itu terlalu besar, sehingga terjadi negosiasi dimana Anhar hanya mampu menyiapkan uang sebesar Rp35 juta. Akhirnya disepakati dan Anhar bersama keluarga pelaku pemboman ikan hanya berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp33 juta.

"Dia cari terus saya, kadang saya sempat sembunyi. Oknum AJA selalu tanya kapan uangnya. Ketika uangnya sudah masuk pagi-pagi subuh saya ke Kapal menyampaikan ke AJA uang sudah ada," tutur Anhar.

Setelah mengetahui uang dari keluarga pelaku pemboman ikan sudah ditransfer ke rekening keluarga Anhar di Labuan Bajo, terduga AJA kemudian meminta Anhar untuk segera mencairkan uang tersebut.

Selanjutnya, Anhar pergi menemui keluarga pemilik rekening dan memintanya untuk mencairkan uang sebesar Rp26 juta, dari Rp33 juta yang sudah disiapkan. Lalu, menyerahkannya kepada AJA sebesar Rp26 juta, sisanya Rp7 juta diserahkan setelah urusan selesai.

Terkait hal ini, oknum AJA yang namanya terseret dalam dugaan pemerasan itu membantah keras kabar dirinya meminta dan menerima Rp26 juta dari Anhar.

"Tidak benar, demi Tuhan tidak benar, saya cari dia (Anhar). Saya tembak nanti dia. Benar, saya tidak terima. Saya punya hape rusak, ini saya punya uang hanya dua ribu saja di dompet," bantah Komandan Kapal Patroli Badak Laut itu kepada awak media di atas Kapal Gakkum KLHK Badak Laut di Labuan Bajo.

Untuk di ketahui, keenam pelaku pembom ikan yakni AR (29), Z (20), RA (18), A (27), J (25), dan I (22) berasal dari Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang menjalani proses hukum di sel tahanan Polres Manggarai Barat. Penetapan tersangka bagi keenam orang itu resmi diumumkan oleh Direktur Gakum KLHK, Rasio Ridho Sani, Senin (29/8) di Labuan Bajo. (OL-13)

Baca Juga: Polisi Militer Tahan 6 Oknum Prajurit Tersangka Pembunuhan di Mimika

 

Baca Juga

ANTARA/Kornelis Kaha

Pencegahan Stunting Masuk dalam Agenda Khotbah Jumat di 1.005 Masjid di NTB

👤Dinda Shabrina 🕔Senin 26 September 2022, 09:30 WIB
Langkah itu merupakan gerakan dari berbagai pihak dengan harapan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah stunting secara...
Dok. DPR RFI

Cegah Penambangan Ilegal, Legislator Dorong Wilayah Tambang Rakyat di Babel

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 08:35 WIB
"Kami terus memperjuangkan legalitas tambang masyarakat ini, baik itu dari teknis menambang sesuai dengan K3 dan legalitas untuk...
Dok.Ist

Toba Pulp Lestari Dukung Sport Tourism Danau Toba

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 08:27 WIB
Pengembangan destinasi wisata memerlukan pilar 3A + 3K, yakni Akses, Amenitas, Atraksi, serta Komitmen, Kreativitas, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya