Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengembangkan 15 desa di wilayahnya untuk menjadi desa wisata, sebagai upaya penumbuhan ekonomi desa sekaligus membentuk destinasi baru bagi pelancong dari luar.
Satu dari 15 desa yang sudah digarap menjadi objek wisata alam ialah Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota, yang mengkreasi sendang dan embung kuno dengan nama Dewi Pancuran.
Kadis Porapar Boyolali, Supana, mengaku pihaknya memberdayakan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Kiringan untuk memoles potensi desa, dengan memanfaatkan sendang kuno yang memiliki sumber air tak terbatas, dengan mengubah menjadi objek wisata buatan.
"Selain objek wisata Dewi Pancuran di Kiringan, Disporapar juga mendorong 14 desa lain memanfaatkan potensi khas desa masing-masing, menjadi objek wisata baru. Bupati Boyolali sudah memgeluarkan SK (surat keputusan) untuk pengembangan wisata desa ini," imbuh Supana kepada Media Indonesia, Jumat (26/8).
Pada Kamis sore, masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis Kiringan menggelar ucapan syukur atas dibukanya objek wisata baru. Mereka menggelar upacara adat tradisi desa, berupa pengambilan air dari sumber Dewi Pancuran.
Tiga putri cantik warga Kiringan dengan membawa klenthing, diiringi gunungan berupa hasil bumi melakukan prosesi pengambilan air di objek wisata setempat.
"Itu untuk penguripan Dusun Kiringan agar lohjinawe. Semua masyarakat dapat seger, ayem, dan tentrem," tutur salah satu tokoh Pokdarwis Desa Kiringan, Joko Sumarno, terkait makna pengambilan air di Dewi Pancuran.
Baca juga: Solok Selatan Ingin Buka Jalur Baru Pendakian Gunung Kerinci
Prosesi adat tradisi pengambilan air sebagai awal dimulainya pengembangan desa wisata di Kiringan. "Mudah-mudahan menjadi awal dari pengembangan ekonomi desa lewat objek asri Dewi Pancuran ini," tukas Supana yang menyaksikan dari dekat prosesi adat di kawasan Dewi Pancuran.
Ia melihat ada keterpaduan antara wisata alam Dewi Pancuran yang berkolaborasi dengan embung sebagai wisata buatan yang dibangun, juga lintasan joging di sana. Ditambah wisata budaya yang sudah berkembang di Kiringan.
Sementara Kepala Desa Kiringan, Sri Wuryanto, menjelaskan bahwa Dewi Pancuran merupakan sumber mata air yang sudah dimanfaatkan secara turun temurun selama hampir 100 tahun.
"Sepanjang masa tidak akan surut meskipun di musim kemarau. Sehingga, pancuran tersebut menjadi sumber pengairan serta menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar, dan kini dikemas Pokdarwis menjadi objek wisata baru," ujar Sri Wuryanto.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan membangun pemancingan dan lintasan lari secara bertahap yang akan selesai pada 2025 dengan biaya Rp 3 miliar.
Dia menambahkan, melalui sosialisasi wsata edukasi, Kiringan diunggulkan Disporapar Boyolali sebagai objek wisata yang sangat menjanjikan, yang mampu menarik pengunjung.
Jika sudah lengkap pengelolaan, di kawasan wisata Dewi Pancuran akan ditebar ikan, sebagai peternakan perikanan, dan juga ada edukasi bank sampah. (OL-16)
Kuliner ini menggunakan singkong dan beras padi sebagai bahan utama, sehingga memberikan pilihan nasi instan yang lebih sehat dan kaya serat.
LuxCamp Selo by Horison resmi dibuka di Boyolali, menghadirkan pengalaman glamping mewah dengan pemandangan Gunung Merapi.
Sangat dimungkinkan Serat Witaradya ini ditulis pujangga besar tanah Jawa, Raden Ngabehi Ranggawarsita pada tahun 1863 Masehi.
VIRUS penyakit mulut dan kuku (PMK) meluas dengan cepat di sejumlah sentra sapi potong di Kabupaten Boyolali, dan telah mengakibatkan 19 ekor kematian serta menginfeksi 188 sapi milik peternak.
APSPI mendesak Presiden Prabowo Subianto segera meneken regulasi yang mewajibkan industri pengolahan susu (IPS) menyerap sepenuhnya produksi susu dalam negeri.
Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali (Disnakkan) menunggu keseriusan Industri Pengolahan Susu (IPS) menyerap total produksi susu lokal.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved