Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan melakukan supervisi ke RS PKU Muhammadiyah Delanggu dan RSU Islam Klaten, Jawa Tengah, Kamis (25/08).
Dia memastikan implementasi antrean online berjalan lancar. Sistem ini diyakini mampu memecah kepadatan antrean dan memangkas waktu tunggu peserta JKN untuk mendapatkan pelayanan.
Pada kesempatan itu, Edwin menyerahkan sertifikat penghargaan kepada kedua rumah sakit tersebut atas komitmennya dalam mengimplementasi integrasi sistem antrean online dan integrasi sistem klaim.
"Salah satu fokus utama BPJS Kesehatan adalah kepuasan peserta, sehingga BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan mutu layanan, salah satunya dengan mengembangkan sistem antrean online," kata dia.
Menurut dia, BPJS Kesehatan terus mengampanyekan kepada peserta JKN, agar layanan kemudahan bisa dirasakan manfaatnya oleh peserta.
Peserta JKN, tambah Edwin, dapat memanfaatkan antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN. Peserta bisa mengambil antrean satu hari sebelum jadwal kunjungan ke rumah sakit dan datang ke poli sesuai jadwal yang tertera di aplikasi.
Dengan sistem dan mekanisme seperti itu peserta tidak perlu lagi datang pagi-pagi untuk mengambil antrean di rumah sakit. Melalui Aplikasi Mobile JKN, peserta dapat mengambil antrean dimana saja dan datang sesuai jadwalnya.
"Jadi tidak ada lagi penumpukan antrean di rumah sakit. Pelayanan pun menjadi lebih nyaman, tertib dan pasti," ungkapnya.
BPJS Kesehatan, jelas Edwin, tidak bosan untuk terus mengajak peserta JKN mengunduh Aplikasi Mobile JKN dan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di dalamnya. Selain antrean online, peserta juga dapat mendaftar, merubah data peserta, cek tagihan hingga skrining riwayat kesehatan hanya dalam satu gengaman.
"Sekali lagi kami tegaskan dengan pengembangan yang dilakukan terhadap aplikasi ini akan mampu mendongkrak tingkat kepuasan peserta JKN. Silakan unduh Aplikasi Mobile JKN dan manfaatkan kemudahan-kemudahan dalam pelayanan Program JKN, baik dalam hal pengurusan administrasi kepesertaan maupun pelayanan kesehatan," pungkasnya.
Selama supervisi, Edwin juga menyapa dan berbincang dengan peserta JKN yang sedang antre di poliklinik rumah sakit. Salah satunya, Haryuni Noto Harjono, 48.
Peserta JKN asal Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, ini, mengaku sudah cukup lama mengetahui adanya aplikasi mobile JKN, namun belum diunduh karena keterbatasan kemampuan.
Setelah dijelaskan berbagai manfaat dari aplikasi ini, dia bertekad segera mengunduh sehingga ke depan akan memanfaatkan antrean online untuk pelayanan kesehatan rutin ke rumah sakit.
"Saya akan meminta tolong anak saya untuk membantu mengunduh aplikasi mobile JKN karena ternyata manfaatnya banyak sekali terutama antrean online ini. Sepertinya lebih praktis dan nyaman karena tidak perlu pagi-pagi ambil antrean di rumah sakit," tutur Haryuni. (N-2)
Hak masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan tidak boleh terhenti meskipun terjadi penyesuaian data kepesertaan PBI JK oleh pemerintah pusat.
KOLABORASI lintas negara dalam hal peningkatan layanan kesehatan dinilai sebagai hal yang penting untuk mendukung ekosistem kesehatan global.
Tidak boleh ada warga masyarakat yang tidak mampu, yang tidak dibantu, yang tidak di-backup oleh Pemda
Pemprov Sulawesi Tengah melalui program Berani Sehat jamin masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa khawatir biaya atau kendala BPJS.
Peserta PBI-JK yang dinonaktifkan tetap dapat layanan BPJS Kesehatan gratis selama 3 bulan, sambil menunggu proses reaktivasi dari Kemensos.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan sebanyak 270.000 peserta PBI BPJS Kesehatan di Jakarta yang terdampak pemutakhiran data akan tetap mendapatkan layanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved