Minggu 21 Agustus 2022, 16:37 WIB

Puncak Acara Exploring Mandeh: Road To BCL Berlangsung Meriah

mediaindonesia.com | Nusantara
Puncak Acara Exploring Mandeh: Road To BCL Berlangsung Meriah

ANTARA/Iggoy el Fitra
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono mencoba tradisi Maelo Pukek usai peresmian Kampung Elo Pukek di Purus, Padang, Sumbar, Minggu (21/8).

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar puncak acara Exploring Mandeh: Road To Bulan Cinta Laut (BCL) di Pantai Purus, Kota Padang, Sumatra Barat, Minggu (21/8).

Ratusan orang tumpah ruah di lokasi acara menyaksikan langsung kegiatan yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, anggota DPD RI Emma Yohana, Wali Kota Padang Hendri Septa, perwakilan Pemprov Sumbar, dan Pemkab Pesisir Selatan, jajaran Eselon 1 KKP, dan lainnya.

Membuka acara, Menteri Trenggono meresmikan Gapura Kampung Tematik Elo Pukek yang dilanjutkan dengan menarik pukek bersama para nelayan di Pantai Purus. Maelo pukek dinilai efektif sebagai beach cleaner khususnya untuk sampah-sampah plastik yang berada di wilayah perairan pantai, selain tujuan utamanya menangkap ikan.

"Maelo pukek adalah kearifan lokal yang harus kita jaga dan lestarikan karena ini budaya turun temurun. Bagaimana maelo pukek bisa kembali seperti masa jayanya, karena kearifan lokal itu mempertimbangkan keseimbangan alam juga. Saya sudah minta jajaran di KKP menggerakan ini agar kearifan lokal bisa dibantu sehingga berkembang dengan baik. Ini menandakan kepedulian kita bahwa kesehatan laut sangat penting," ungkap Trenggono di lokasi.

Di lokasi serupa juga digelar aksi bersih-bersih sampah, melibatkan ratusan orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Para peserta datang dari lintas kalangan seperti pelajar, perwakilan pemerintah daerah, TNI/Polri, pegiat lingkungan, hingga masyarakat nelayan. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan spektakuler group drumband Politeknik KP Pariaman.

Menteri menambahkan, kegiatan bersih-bersih laut dari sampah sebelumnya juga dilakukan di Perairan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, oleh peserta Turnamen Fotografi dan Videografi Bawah Air Exploring Mandeh Road To Bulan Cinta Laut, bersama tim Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Saya mengapresiasi ide underwater Clean-up ini, dan saya perintahkan kepada jajaran agar yang telah dilakukan di Mandeh-Sumatera Barat ini menjadi role model bagi daerah lain. Sehingga tidak hanya permukaan saja yang bersih dari sampah, tapi dalam lautnya juga," paparnya.


Baca juga: Hadiri Festival 1.000 Kebaya, Ganjar Ajak Masyarakat Pakai Baju Adat Tiap Kamis


Puncak acara Exploring Mandeh Road To Bulan Cinta Laut juga diisi Pameran BCL Corner yang menghadirkan potret upaya komprehensif yang dilakukan KKP, NGO, maupun komunitas untuk meningkatkan kesehatan laut.

Kemudian pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang turnamen Fotografi dan Videografi Bawah Air untuk tiga kategori yakni Video Kreatif, Foto Makro, dan Wide Angle, serta Juara Umum.

Pelaksanaan pengambilan gambar dilakukan pada 17 dan 18 Agustus 2022 di perairan Mandeh dengan objek bangkai Kapal MV Boelongan Nederland yang tenggelam 100 tahun lalu, serta biota laut di sekitaran Pantai Cubadak.   

Sementara itu, Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik Doni Ismanto yang merupakan ketua panitia acara menambahkan, rangkaian kegiatan Exploring Mandeh: Road To Bulan Cinta Laut sebagai bagian dari countdown pelaksanaan Kick Off Bulan Cinta Laut di mana nantinya akan diresmikan secara nasional dalam waktu dekat.

Acara ini juga untuk membantu mempromosikan potensi wisata bahari di Sumbar untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemilihan Sumbar sebagai lokasi untuk Road To BCL tidak lepas dari pertimbangan Ranah Minang sebagai daerah pesisir yang memiliki banyak potensi kelautan dan perikanan. Belum lagi, KKP juga memiliki sejumlah program penting di Sumbar, di antaranya kampung budidaya maupun kampung nelayan maju di Sumbar.
 
"Kegiatan ini tentu tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan, kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Saya selaku Ketua Panitia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya semua pihak yang terlibat. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir," ungkapnya.

Program Bulan Cinta Laut dirancang khusus untuk mengentaskan persoalan sampah plastik di laut. Program yang digagas Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tak sekadar mengajak masyarakat membersihkan sampah di pantai, namun mendorong nelayan untuk mengambil sampah di laut dan hasilnya akan dikonversi sesuai harga terendah ikan saat itu.

Pelaksanaan BCL di seluruh Indonesia  menyesuaikan kondisi cuaca di masing-masing daerah. Jadi, selama satu tahun ada 1 bulan yang dilaksanakan program BCL di daerah masing-masing disesuaikan kondisi cuaca atau musim menangkap ikan. (RO/OL-16)

Baca Juga

Ist

Mahasiswa Muna Barat Kembali Desak Mendagri Berhentikan Penjabat Bupati

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:38 WIB
Ikatan Mahasiswa Pemuda Muna Barat-Jakarta (IMPMB-Jakarta) kembali melakukan berdemonstrasi damai di depan kantor Kementerian Dalam Negeri...
Dok. BSKDN Kemendagri

Tingkatkan Ekosistem Inovasi, BSKDN Berharap Bantaeng Jadi Binar dari Selatan untuk Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:34 WIB
Yusharto menuturkan Kemendagri terus mendorong daerah untuk melaporkan inovasinya ke pemerintah pusat melalui...
MI/ HO

Wamen ATR/BPN Serahkan Sertifikat Tanah Rumah Ibadah dan Lembaga Pendidikan di Kalbar

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 09:18 WIB
Sekretaris Dewan Pembina PSI itu  berharap sertifikat yang diserahkannya dapat memiliki manfaat bagi banyak orang serta terhindar dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya