Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Syiah Kuala berupaya mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Gampong Cot Cut, Aceh Besar, dengan cara menanam bawang merah berkualitas. Penanaman perdana sudah dilakukan, pekan ini.
Ketua Konsorsium Bawang Merah Aceh Zakarya menjelaskan, kegiatan ini
merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GN-PIP) Provinsi Aceh, yang disinergikan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini hasil kerja sama USK dengan Bank Indonesia Wilayah Aceh.
Zakarya menambahkan sebelumnya penanaman bawang seperti ini telah
dilakukan di Gampong Bambi, Kabupaten Pidie, dengan luas satu hektare. Proses penanamannya berbasiskan ilmu pengetahuan di bidang pertanian.
"Alhamdulillah 1 hektare yang kita janjikan bisa menghasilkan 10 ton itu tercapai. Artinya, pupuk kita gunakan setelah ada penelitian ilmiahnya. Jadi kita kolaborasikan ilmu di petani dan ilmu dari hasil penelitian yang hasilnya nyata menjanjikan," tambahnya.
Sementara itu, Rektor USK Prof Marwan menyambut baik atas terjalinnya kemitraan antara USK dengan masyarakat. Program ini juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa USK untuk lebih memahami dunia pertanian, dengan cara terjun langsung ke masyarakat.
"Tentu saja kita berharap program ini bisa mendukung kesejahteraan
masyarakat. Maka kita berusaha. Semoga budi daya ini berjalan baik dengan hasil yang meningkat," tambahnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Achris Sarwani
mengatakan, konsorsium ini lahir karena pihaknya melihat data produksi
komoditas di Aceh ternyata banyak dihasilkan dari luar Aceh. Padahal,
Aceh sangat potensial untuk sektor pertanian ini. Hanya saja belum
dimanfaatkan secara optimal.
"Dari kesadaran itulah kita melihat sebagai peluang bisnis bisa di
kembangkan di Aceh. Ini konsepnya dari kita untuk kita. Kalau tidak
sesegera mungkin kita jawab ini bisnis, ini tidak akan selesai," tambahnya. (N-2)
Petani memanen bawang merah saat panen raya akhir tahun di Gondang, Nganjuk, Jawa Timur.
Petani memeriksa instalasi lampu perangkap hama di Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur.
Selain beras dan minyak, bawang merah juga masuk kategori tiga besar bahan pokok yang sering mengalami inflasi.
Bawang merah juga mengalami penurunan Rp3.833 dari Rp47.667 menjadi Rp43.834/kg. Sementara bawang putih turun Rp1.000 dari Rp34.317 menjadi Rp33.317/kg.
Dari pengamatan di lapangan, cabai hijau bahkan ada yang dijual Rp60.000 per kilogram. Harga cabai saat ini dinilai cukup mahal dan jauh di atas harga keekonomiannya
Harga bawang merah turun dari sebelumnya Rp56.667 per kilogram, turun sebesar Rp12.500 menjadi Rp44.167/kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved