Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT dari Universitas Esa Unggul Iswadi memuji kinerja BNPT yang sukses mengedukasi masyarakat untuk setia dan berpegang teguh pada Pancasila dan NKRI.
“Kita juga menyampaikan penghargaan tinggi atas kinerja Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H. dan jajarannya yang berhasil memberikan kado spesial untuk Hari Kemerdekaan Indonesia dengan Ikrar setia 40 Napiter kepada NKRI ini,“ ujar Iswadi yang juga Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), dan eks Ketua Relawan Jokowi-JK Provinsi Aceh.
Pembina Yayasan Al-Mubarrak Fil-Ilmi tersebut, mengatakan berikrarnya 40 orang napiter yang terafiliasi dengan jaringan JI dan JAD untuk kembali pada Pancasila dan UUD 1945, dan setia kepada NKRI, serta meningkatkan kesadaran bela negara untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa merupakan hasil kerja nyata dari Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., dalam rangka membersihkan paham radikalisme dan terorisme di Tanah Air secara sistematis dan bertahap.
“Ikrar ini juga bentuk edukasi yang positif kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh radikalisme dan terorisme," lanjut Iswadi. “Napiter saja yang merupakan pelaku terorisme, sudah mengakui dan menegaskan bahwa paham dan tindakannya salah dan saat ini telah mengakui Pancasila dan setia pada NKRI."
Akademisi berdarah Aceh ini berharap peran BNPT dengan strategi pentahelixnya dapat terus bersinergi dengan masyarakat dan terus menggalang berbagai elemen bangsa untuk bersama melawan radikalisme, menggalakkan pencegahan dan deradikalisasi.
Diberitakan sebelumnya, dalam rangka menyambut HUT RI ke-77, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) menyelenggarakan Ikrar Setia NKRI terhadap 40 orang narapidana terorisme (napiter) di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor (15/8). Ikrar ini merupakan tekad dan pembuktian napiter untuk meninggalkan segala bentuk aktivitas terorisme. (RO/A-1)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved