Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI rumput laut Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali sangat luar biasa. Namun, diakui oleh para petani Nusa Penida, potensi yang besar tersebut hingga saat ini belum ada ada sentuhan teknologi dan permodalan untuk mengolah rumput laut menjadi bahan produksi atau kemasan dengan harga jual yang tinggi.
Akibatnya, banyak rumput laut yang dipanen dijual secara mentah ataupun kering kepada pengepul. Salah seorang petani rumput laut, I Nyoman Sudiatmika mengatakan, dari semua rumput laut yang dipanen di seluruh wilayah Kecamatan Nusa Penida misalnya, baru sebagian kecil yang
diolah menjadi sabun cuci, sabun mandi, kerupuk, minuman dan sebagainya. Belum semua diolah. Bahkan petani lebih banyak yang langsung menjualnya setelah panen.
"Semuanya diproduksi dengan manual. Dikerjakan secara manual. Dicampur, direbus, diaduk, secara manual. Hasilnya belum optimal. Pasarnya juga masih sedikit. Makanya banyak petani langsung menjualnya dengan harga miring, sekitar Rp40 ribu perkilogram," ujar Sudiatmika, Rabu (10/8).
Warga yang pada dasarnya merupakan petani rumput laut dibina untuk menjadi pengusaha yang memanfaatkan rumput laut sebagai bahan dasar untuk diolah menjadi produk baru yang bernilai jual. Namun kalau tidak ada teknologi yang membantu maka ini juga kesulitan besar. "Awalnya pengemasannya dilakukan apa adanya. Jadi tidak paham desain atau pemberian merk. Oleh Coral Triangle Center (eksekutor COREMAP-CTI) hadir membantu selama kurang lebih setahun," Sudiatmika yang juga ketua kelompok Good Story Farm Nusa Penida.
Sekalipun dikerjakan secara manual, beberapa petani mulai beralih menjadi pembuat produk turunan rumput laut. Bersama Sudiatmika yang awalnya petani rumput laut akhirnya beralih menjadi pemilik UMKM produsen sabun mandi, sabun cuci tangan, dan yang paling laku sabun cuci piring, yang mampu diproduksi 100 liter per hari.
"Produksi sabun cuci piring sehari 100 liter untuk menjadi 600 botol dan dijual Rp10.000. Ini berkat binaan, kami bisa menaikkan harga dari yang sebelumnya Rp8.000," ujarnya.
UMKM dari hasil budidaya rumput laut milik Sudiatmika itu kini di distribusi untuk seluruh kawasan Nusa Lembongan-Nusa Penida, utamanya untuk kebutuhan hotel yang kembali dipenuhi wisatawan, pun juga ia menjual produknya hingga lintas dataran ke Kota Denpasar.
Petani lainnya bernama Wayan Sariwaningsih mengaku jika dirinya bersama dengan beberapa ibu lainnya berhasil membuat kerupuk dari rumput laut. "Ini produksinya manual, kalau satu bungkus seperempat kilogram Rp15.000, sehari dua orang saja bisa hasilkan 5 kilogram," kata Sariwaningsih.
Sariwaningsih mengaku usahanya terbantu sejak bergabung dalam program COREMAP-CTI penghujung tahun lalu. "Ada perubahan artinya, lebih bisa naikkan harga. Mudah-mudahan kita bisa memproduksi lebih banyak kalau alatnya sudah ada dan yang lebih canggih," katanya.
Melihat potensi yang besar tersebut maka Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) yang merupakan satuan kerja Bappenas RI berkolaborasi dengan warga Bali khususnya kawasan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung untuk budidaya rumput laut melalui Coral Reef Rehabilitation and Management Program Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI). Direktur Eksekutif ICCTF Tonny Wagey mengatakan dalam proyek yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB) ini berusaha memberikan dampak besar dalam waktu singkat.
"Kalau bicara proyek itu pendek, 2 tahun habis. Kuncinya adalah bagaimana agar bisa diterima masyarakat. Misal mereka sukses tapi lebih bagus kalau ada alat itu bukan di kita, tapi melalui swasta atau pemerintah daerah," kata Tonny.
Sebab, apa pun potensi yang ada di masyarakat, jika itu tidak berdampak bagi masyarakat maka itu tidak ada faedahnya. Bantuan yang dilakukan oleh ICCTF itu sifatnya jangka pendek tetapi dampaknya besar. Sementara yang diharapkan adalah agar ada keberlanjutan dari pihak pemerintah atau swasta yang senantiasa dibina dengan cermat. Tujuannya adalah agar petani dan masyarakat Nusa Penida menikmati efek yang ditimbulkan dari program tersebut. (OL-13)
Baca Juga: Kiat Sukses Petani Milenial Bertani Jahe Merah di Sruwen
Apple resmi merilis iOS 26.2.1 Januari 2026. Simak panduan update, fitur AirTag 2, dan daftar iPhone yang kompatibel mulai iPhone 11 hingga iPhone 17.
SASE dapat dianalogikan sebagai “penjaga pintu digital” perusahaan.
Apple resmi merilis iOS 26.2.1. Cek apakah iPhone 13, 14, atau SE Anda masih kebagian update fitur AirTag 2 ini. Berikut daftar lengkap kompatibilitasnya.
Apple merilis iOS 26.2.1 dengan fokus utama dukungan AirTag 2 dan perbaikan bug aplikasi Wallet. Simak rincian lengkap pembaruannya di sini.
Bagi pengguna iPhone yang belum sempat melakukan update ke versi 26.2, pembaruan ini akan digabungkan (bundled) sehingga Anda langsung mendapatkan seluruh fitur baru.
PERDEBATAN tentang kecerdasan buatan kerap terjebak pada dua kutub ekstrem: optimisme teknologi yang nyaris tanpa syarat dan ketakutan apokaliptik yang berlebihan.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ketua DPRD Klungkung mengingatkan bahwa persetujuan anggaran tersebut, khususnya terkait skema pinjaman daerah, harus disertai dengan catatan pengawasan yang serius.
KONI Klungkung mengatakan bahwa kolaborasi dengan TNI akan menjadi upaya penting dalam meningkatkan kedisiplinan, daya tahan tubuh, serta semangat nasionalisme atlet.
SEORANG WNA asal Prancis, Alena Andreeva Oparina (32) ditemukan meninggal setelah terseret arus di pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Rabu (15/10).
Perolehan jumlah medali emas yang diraih atlet Klungkung dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025 tercatat dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Dalam rancangan yang disepakati DPRD dan Pemkab Klungkung, fokus utama diarahkan pada pengembangan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan kesejahteraan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved