Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
RAMAI fashion show di jalanan atau fashion street, sejumlah pemuda di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar Muria Fashion Week di penyembrangan jalan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (31/7) pagi. Kegiatan tersebut merupakan sebagai ajang dan wadah bagi anak muda untuk berkreasi dibidang fashion show.
Seperti dalam pantauan Media Indonesia, Muria Fashion Week kali ini digelar bersamaan sesaat Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor. Sejumlah muda-mudi menampilkan busana terbaik mereka mulai busana batik Kudus, pakaian adat Kudus, hingga busana tren terkini di atas zebra cross. Satu per satu peserta memperagakan kebolehannya berjalan di atas zebra cross yang seakan-akan sebagai catwalk.
Peserta Muria Fashion Week Zuliana Sari mengaku senang dapat mengikuti ajang fashion show kali ini. Menurutnya ajang kali ini sebagai wadah bagi pemuda di Kudus untuk fashion show setelah ajang tersebut lama tak digelar.
"Alhamdulillah ada kegiatan tersebut, kami senang bisa tampil dengan pakaian terbaik kami meski dijalan. Karena dulu juga pernah digelar seperti Citayam yang viral itu," kata Zuliana kepada wartawan.
Hal senada juga disampaikan Selma, ia mengaku senang dapat pentas meski dijalan yang digelar Muria Fashion Week. Dengan kostum santai ia berharap kegiatam tersebut sebagai wadah bagi muda-muda pecinta fashion show untuk unjuk gigi.
Ketua Panitia Muria Fashion Week, Aris Magenta menuturkan, acara tersebut diikuti 70 peserta. Dimana peserta bebas mengikuti dengan pakaian bertama casu fashion street. Karenanya kegiatan tersebut sudah lama tidak digelar kembali.
"Muria Fashion Week ini sebagai wadah bagi anak muda. Karena sudah lama di Kudus tidak ada ajang fashion show seperti ini. Harapannya Kudus dapat menjadi kota fashion," Kata Aris usai pentas Muria Fashion Week di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Sebagai apresiasi kepada peserta, pihaknya juga memberikan uang pembinaan terhadap peserta yangenjadi terbaik dalam penampilan tersebut. Pihaknya menegaskan kegiatan tersebut sebagai wadah pemuda di Kudus dalam berekpresi sesuai pasion mereka yang haus dengan fashion show.
"Nanti juara 1 dapatkan Rp 1 juta, juara 2 dapat Rp 700 ribu, ketiga Rp500 ribu. Sedangkan harapan 1 2 dan 3 dapat uang pembinaan Rp 300 ribu," ungkapnya. (OL-13)
Baca Juga: Jeje Gembira Citayam Fashion Week Boleh Digelar saat Car Free Day
Baca Juga: Citayam Fashion Week, SCBD, dan Para Pendompleng
Banjir akibat cuaca ekstrem di Kudus merendam 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah serta berdampak pada 43.479 jiwa.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
Kasus asusila yang terjadi di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menjadi pembicaraan netizen setelah video yang diambil dari rekaman CCTV di rumah sakit plat merah itu viral.
Keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi dan kualitas sumber air yang menurun.
Kedua korban diidentifikasi sebagai Ahmad Syukron Ma’mun dan Muhammad Abraham Dhiyauddin.
863 atlet muda panahan yang jadi peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved