Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING kunjungan wisatawan yangmulai ramai, pelaku industri
pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta pemerintah membuka kembali penerbangan internasional Singapora-Lombok dan
Perth (Australia)-Lombok, seperti sebelum pandemi.
"Tamu sudah mulai berdatangan ke Lombok, karena itu kita berharap
pemerintah supaya membuka kembali penerbangan internasional," kata Farida Suwarko, Directur of Sales & Marketing Sheraton Senggigi Beach Resort, Jumat (29/7).
Dia menambahkan meskipun belum maksimal wisatawan mulai berdatangan. Hal itu terlihat dari pesanan kamar yang menunjukkan tren positif.
"Selama ini dari Korea dan Jepang tidak pernah ada. Tapi sekarang sudah mulai," paparnya.
Karena itu Farida berharap, pemerintah segera mengupayakan kembali rute
penerbangan langsung yang sebelumnya sudah terkoneksi dengan baik
seperti Singapora-Lombok dengan maskapai Silk Air, dan Perth-Lombok yang diisi AirAsia.
Farida didampingi Francisca Thorogood, General Manager Sheraton
Senggigi Beach Resort menyebutkan, dengan terbukanya konektivitas
Singgapora-Lombok akan sangat membantu pasar Eropa, sebab wisatawan yang datang ke Singapora dari berbagai negara di Eropa dapat dengan mudah meneruskan perjalannya menuju Lombok.
Kunjungan ke Lombok tidak cukup hanya mengandalkan pintu masuk dari Bali saja, apalagi penerbangan Bali-Lombok yang masih terbatas. "Untung ada kapal cepat yang menghubungkan Lombok-Bali sangat membantu," ujar Farida.
Humas Bandara Lombok, M Fuad kepada Media Indonesia menyebutkan, saat
ini penerbangan internasional hanya tersedia rute Lombok-Kuala Lumpur
dilayani AirAsia. Sementara untuk rute Lombok-Singapora sudah ada
rencana dilayani maskapai Scoot.
"Kami juga masih menunggu kepastian dari maskapai Scoot untuk tanggal beroperasinya. Sementara untuk rute-Lombok belum ada maskapai yang
mengajukan," kata Fuad (N-2)
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Program Stay 24 Hours diberlakukan selama 1 hingga 28 Februari 2026 sebagai promosi awal, seiring dengan pertama kalinya inovasi layanan ini digencarkan oleh Next Hotel Yogyakarta
Kolaborasi lintas pelaku industri pariwisata dinilai berperan dalam memperluas akses wisatawan Indonesia ke berbagai destinasi regional.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Arus wisatawan ke Ragunan sudah mulai terlihat sejak hari pertama libur panjang dan bertahan pada tren yang stabil hingga akhir pekan.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved