Selasa 26 Juli 2022, 23:05 WIB

Kementerian Desa dan Astra Kerja Sama Dukung Ekspor Kriya dari Bantul

Bayu Anggoro | Nusantara
Kementerian Desa dan Astra Kerja Sama Dukung Ekspor Kriya dari Bantul

DOK/ASTRA
Produk kriya asal Bantul yang siap diekspor

 


PEMERINTAH Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan
wilayahnya menjadi daerah kreatif, tidak hanya berskala nasional, tapi juga internasional. Pasalnya, pelaku industri kreatif di wilayah ini cukup banyak.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah,
Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bantul Agus Sulistiyana saat
menghadiri seremoni ekspor Desa Sejahtera Astra (DSA) Kriya, di Hutan
Pinus Mangunan, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (26/7).

Menurutnya, di wilayahnya terdapat 75 sentra industri, yang 44 di antaranya merupakan industri kreatif.

Selain itu, terdapat 128 ribu pelaku UMKM meski luas wilayah Bantul
hanya 503 km persegi. Dengan banyaknya pelaku industri kreatif ini,
tidaklah heran Bantul menjadi daerah dengan nilai ekspor tertinggi
di DI Yogyakarta.

"Bantul ingin punya brand, jadi kota/kabupaten kreatif versi UNESCO,"
katanya, Selasa (26/7).

Meski begitu, dia mengakui perlu kerja keras untuk menuju ke arah tersebut. Salah satunya karena persoalan minimnya bahan baku lokal dalam industri kreatif.

"Kami perlu didukung bahan baku, yang sampai kini masih harus didatangkan dari luar daerah," kata Agus

Padahal, lanjutnya, dengan ketersediaan bahan baku lokal, akan
memaksimalkan potensi industri kreatif. "Alhamdulillah sekarang ini ada
support dari Astra. Kami berharap kegiatan ini sinergi, bisa membentuk
ekosistem baru. Usaha akan lancar, ketika ekosistemnya lengkap."

Dengan sinergi itu, Agus optimistis pelaku industri kreatif Bantul akan
berjaya dari tingkat hulu hingga hilir. "Jika ada ekosistem yang besar
di tingkat nasional ini, ekonomi Indonesia bisa lebih maju. Sehingga
tidak sendiri-sendiri, sasarannya akan tepat," katanya.

BUM-Des


Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan
Investasi Desa, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Harlina Sulistyorini, menjelaskan, desa-desa di
Tanah Air harus berkembang. "Di DIY ada 392 desa, yang statusnya mandiri ada 184. Ke depan semoga ada lagi 200 desa mandiri," katanya.

Salah satu kunci penguatan desa ini, kata dia, dengan berkolaborasi
dengan pihak lain. "Tidak bisa jika hanya sendiri saja," katanya.

Untuk penguatan tersebut, dia menyebut desa bisa melakukan pengembangan
BUM-Des. "Tata kelola ekonomi desa ditingkatkan dengan BUM-DEs. BUMDes mempunyai standing legal posisi yang kuat untuk penguatan dari hulu dan hilir. Termasuk untuk pemenuhan bahan baku tadi," katanya.

Penasihat Darmawanita Kemenparekraf, Nur Asia Uno, menjelaskan,
pemasaran dan inovasi industri kriya Indonesia sangat pesat. Salah
satunya terbukti dari ekspor yang tinggi dari kriya dan fashion.

"Perhiasan, perak, tenun, dan keraninan tangan lainnya," katanya.

Dia pun mengapresiasi program DSA. "Melalui program DSA, Astra berhasil membina dan menggali potensi kreatif desa. Ini membangkitkan perekonomian masyarakat desa," katanya.

Dia pun menyebut, program ini jadi jawaban dari sulitnya pemasaran
ekspor produk kriya. "Dengan kualitas bagus, kita bisa menang di tingkat dunia, dan punya pelanggan loyal," katanya.

Head of Social Engagement Astra, Triyanto, mengatakan, sejak 2018 DSA
fokus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan produk unggulan. Hingga saat ini terdapat 930 DSA di 34 provinsi.

Program inipun telah mampu menyerap 16.345 tenaga kerja baru. "Pada
kesempatan ini, dilakukan seremoni ekspor 18 jenis produk kriya senilai
Rp788 juta ke 14 negara seperti Prancis, Jepang, dan Amerika Serikat,"
katanya. (N-2)

Baca Juga

MI/Palce Amalo

Bank Indonesia NTT Lepas Ekspor Perdana Kacang Lurik Organik ke Jerman

👤Palce Amalo 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 09:30 WIB
Ekspor perdana dilepas dari gudang Kantor Cabang PT Profil Mitra Abadi Cabang Kupang di Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, yang ditandai...
ANTARA/Fransisco Carolio

Titik Api Bertambah 10 Kali Lipat, Sumut Siaga Karhutla

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 23:25 WIB
Sumut memiliki wilayah yang rentan mengalami karhutla karena memiliki 3,7 juta ha lahan hutan dan 261 ha lahan...
MI/Kristiadi

Komunitas Mak Ganjar Garut Berdoa Memohon Kemajuan Bangsa

👤Adi Kristiadi 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 22:28 WIB
RATUSAN Ibu-Ibu bergabung ke dalam komunitas relawan Mak Ganjar untuk mengikuti acara Zikir dan Do'a Bersama untuk Kemajuan Bangsa di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya