Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TERORISME masih menjadi bahaya laten di seluruh dunia. Karena dibutuhkan berbagai upaya dan tersobosan agar faham itu tidak semakin berkembang. Untuk itu Direktur Eksekutif Indonesia Beaurocracy and Service Watch (IBSW), Nova Andika mengatakan bahwa BNPT di bawah kepemimpinan Komjen Pol Boy Rafli Amar, terus menunjukkan upaya yang gigih, sungguh-sungguh dan konsisten untuk senantiasa memperluas jejaring.
Alhasil, tidak hanya sekian banyak lembaga dan pihak di dalam negeri, baik organ pemerintah maupun swasta menjadi mitra aktif BNPT, di luar negeri pun jaringan BNPT terbangun dengan baik.
“Apalagi BNPT pun saat ini dengan tepat memilih strategi sinergi multipihak atau strategi pentahelix dan mengembangkannya secara intens dengan melibatkan beragam unsur. Tidak hanya instansi pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, media, bahkan pelaku usaha,” kata Nova.
Hasilnya, hingga saat ini BNPT telah melaksanakan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan 47 kementerian/lembaga melalui sinergi program, enam kementerian/lembaga dalam penanggulangan terorisme di lima provinsi sasaran (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah), 11 organisasi masyarakat dan keagamaan, 12 lembaga pendidikan dan lembaga riset, sekian banyak media, serta 19 badan usaha milik negara dan daerah.
“Itu prestasi yang hanya dapat dicapai dengan kesungguhan, optimisme dan konsistensi,” kata Nova. Menurutnya, dengan titik tekan selama ini, ditambah bukti-bukti efektivitas kerja BNPT, tepat sekali di ulang tahunnya yang ke-12 ini BNPT mengambil tema 'Gelorakan Sinergi Bangsa dalam Mencegah Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme menuju Indonesia Harmoni'.
Yang lebih mengagumkan menurut Nova, BNPT pun bahkan telah menjalin kerja sama dan kesepahaman dalam penanggulangan terorisme itu dengan pihak luar negeri, di antaranya lemhanas Inggris (Royal College of Defense Studies/RCDS) dan perguruan tinggi Islam terkemuka di dunia, yakni Universitas Al-Azhar.
“Belum lagi kita pun melihat bahwa BNPT pun mampu melakukan penguatan kerangka regulasi melalui upaya melahirkan berbagai pengesahan dan penerapan beberapa aturan perundang-undangan seperti UU no. 5 tahun 2018, PP 77 tahun 2019, dan Perpres no. 7 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE),” kata Nova.
Dalam melakukan penafsiran dan implementasi peraturan perundang-undangan yang relevan, BNPT pun menurut Nova tak kurang kreatif. Misalnya, BNPT secara kreatif melahirkan beragam program terobosan seperti pengembangan Kawasan Terpadu Nusantara (KTN), pendirian Warung NKRI (Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI), pembentukan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 34 provinsi dan pembentukan Duta Damai 15 provinsi, bahkan terakhir di Jawa Timur bekerja sama dengan kalangan santri dari 10 Pondok pesantren tertua dan terbesar di Jawa Timur serta program-program inovasi lainnya.
Didorong tanggung jawab tinggi serta kesadaran untuk sebanyak mungkin mengadaptasi perkembangan teknologi, BNPT bahkan membuat inovasi baru, untuk lebih mendiseminasi program-programnya, yakni meluncurkan televisi digital bernama BNPT TV Channel. “Latar belakang Pak Boy Rafli sebagai Kadiv Humas Polri tampaknya membentuk keyakinan bahwa diseminasi informasi merupakan bagian vital dari sebuah institusi,“ ungkap Nova.
Menurut Nova, dalam program KTN bahkan sisi kesejahteraan berdasarkan konsep pentahelix yang diambil BNPT, sangat jelas melibatkan sinergi dengan banyak pihak. “Pelibatan banyak pihak untuk saling bersinergi ini sangat tepat, karena terorisme adalah musuh negara yang untuk membasminya negara harus hadir dan melibatkan semua pihak yang peduli dengan masa depan bangsa,” kata Nova. (RO/A-1)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved