Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
STUNTING atau gagal tumbuh pada balita menjadi masalah kronis di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Pemerintah setempat kini menggalakkan kembali pangan alternatif nonberas berkandungan gizi tinggi, salah satunya sorgum.
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas mengungkap, saat ini pihaknya perlahan mengembangkan sorgum di atas 400 hektare tanah perkebunan yang tersebar semua kecamatan dataran rendah dan pesisir.
Baca juga: Antisipasi Pelecehan Seksual, Dishub DKI Kebut Penambahan Jumlah CCTV di Angkot
"Tahun ini kita kembangkan sekitar 400 hektare untuk sorgum, kedelai 1.000 hektare, jagung 50 ribu hektare. Ini sebagai pangan alternatif dan juga dalam kerangka penanganan stunting dan gizi buruk di Kabupaten Manggarai Timur yang posisi per hari ini adalah 11%," ujar Agas, Jumat (15/7/2022).
Agas menjelaskan di saat menepisnya ketersediaan pangan dan gizi akibat para petani gagal tanam atau panen karena perubahan iklim yang ekstrem, di situlah keunggulan sorgum yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim menjadi solusi.
"Selain memiliki kandungan nutrisi tinggi, sorgum ini lebih adaptif dengan berbagai jenis lahan dan perubahan iklim. Terbukti di tengah kondisi perubahan cuaca yang ekstrem, bulan Juli ini sorgum masih bertahan dan sudah bisa dipanen," terangnya.
Para petani pun menyambut baik program ini. Salah satunya diungkapkan oleh Katarina Lymsa. Baginya, sorgum merupakan makanan yang sudah akrab dan dikonsumsi sejak nenek moyang dahulu namun hampir punah karena tergeser oleh dominasi beras.
"Memang sorgum ini sudah ada dari dulu. Nenek moyang dulu ada (sorgum) tetapi sudah mulai punah karena maunya makan itu beras saja. Terus (beras itu) habis panen langsung jadi uang," tutur Katarina.
Ia mengakui sorgum memang membutuhkan proses pengolahan pascapanen yang cukup sulit, tidak seperti beras. Namun di balik itu, persiapan lahan dan perawatan sorgum sangat mudah dan tidak membutuhkan pupuk kimia, sehingga mampu menghemat biaya dibanding ketika mereka mengolah sawah.
Baca juga: Kapolda Jambi Kunjungi Rumah Keluarga Brigadir Yosua
Setelah panen, kata Katarina, tumbuhan yang bermanfaat untuk kesehatan ini ternyata hasil panennya lebih banyak ketimbang membudidayakan tanaman pangan jenis lainnya.
"Kalau sorgum memang prosesnya lama. Harus melalui berbagai proses sebelum menghasilkan uang. Tetapi kalau dari segi kesehatan, sorgum ini lebih." tandasnya. (Ren/A-3)
Penelitian dilakukan melalui metode rekayasa rancang bangun dan uji performa dengan parameter kapasitas cacahan, konsumsi bahan bakar, dan kualitas hasil potongan.
Pertemuan tersebut membahas strategi pengembangan sorgum sebagai komoditas unggulan daerah.
"Alhamdulillah, pengembangannya cukup berhasil. Tak hanya itu, kami juga menyiapkan bantuan konkret kepada kelompok tani, seperti benih, sarana produksi dan dukungan teknis lainnya,"
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan panen perdana sorghum di Karawang, Jawa Barat. Menhut Raja Antoni mengatakan sorgum bisa mendukung ketahanan pangan.
Pasalnya tanaman yang memiliki kandungan nutrisi tinggi ini, sudah lama dikenal masyarakat NTT dengan nama Jagung Rote, bukan sorgum seperti saat ini.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan keunggulan biodiversitas Indonesia dan potensi sorgum sebagai sumber karbohidrat yang sarat gizi.
BRIN dan FAO perkuat kolaborasi global untuk transformasi sektor peternakan berkelanjutan melalui riset, inovasi, dan teknologi berbasis sains.
PERIKANAN merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan, hingga ekonomi Nusantara. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Utusan Khusus Presiden Muhamad Mardiono bawa pesan Presiden Prabowo ke Bone Bolango. Fokus pada ketahanan pangan, pasar murah, dan pengelolaan SDA untuk rakyat
Petani memanen padi di area persawahan Desa Wonojoyo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
penyelenggaraan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan Embung Karangjati di Blora. Embung senilai Rp8,5 miliar ini diproyeksikan mengairi 40 hektare lahan dan tingkatkan panen petani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved