Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengakui sejumlah desa di
wilayah setempat masih terendam banjir. Bahkan empat desa di Kecamatan Dusun Hilir dalam kondisi parah.
"Empat desa tersebut yakni Sungai Jaya, Mahajandau, Batilap, dan Batampang," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Selatan Suwono di Buntok, Rabu (8/6). Berdasarkan laporan dari lapangan, kondisi air tertinggi berada di Desa Sungai Jaya yang mencapai 130 sentimeter.
Banjir yang melanda sejumlah desa di Barito Selatan itu terjadi sejak 26 Mei 2022. Dari enam kecamatan, sebanyak 36 desa terendam banjir di empat kecamatan.
Sebanyak 36 desa tersebut terdiri dari 8 desa yang berada di Kecamatan Dusun Utara, 11 desa di Kecamatan Dusun Selatan, 11 desa di Kecamatan Karau Kuala, dan 4 desa di Kecamatan Dusun Hilir. Di luar itu terdapat sejumlah dusun yang terendam banjir.
"Kondisi banjir untuk tiga kecamatan sudah turun, hanya yang di Kecamatan Dusun Hilir, khususnya empat desa, yakni Mahajandau, Batilap, dan Batampang dengan ketinggian air masih mencapai satu meter, sedangkan di Desa Sungai Jaya mencapai 130 cm," kata Suwono.
Baca juga: Satu Pelaku Pembunuhan Pensiunan RRI Madiun Dibekuk
Lamanya banjir melanda beberapa desa di wilayah Kecamatan Dusun Hilir itu karena posisi geografisnya yang berada di kawasan pertemuan dua aliran sungai besar, yakni Sungai Barito dan Sungai Kapuas. Ketika debit air salah satu sungai naik, langsung terjadi banjir. Apalagi jika debit air kedua sungai yang naik. Makanya, banjir juga bisa terjadi pada desa itu dalam kurun waktu berbulan-bulan," ujarnya.
Hingga saat ini BPBD Barito Selatan dan pihak terkait terus melakukan pemantauan intensif perkembangan banjir yang terjadi. "Kami dari BPBD terus siaga memantau perkembangan dari waktu ke waktu, termasuk pula kesiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana," tuturnya. (Ant/OL-14)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
KETAKUTAN akan datangnya banjir susulan membuat warga Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memilih membiarkan rumah mereka tetap dipenuhi sisa material banjir.
BANJIR dan tanah longsor melanda hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, sejak Senin (16/2) sore.
Banjir di Grobogan merendam 1.842 hektare sawah dan berdampak pada 9.736 keluarga. Pemprov Jateng upayakan klaim asuransi tani (AUTP) bagi petani gagal panen.
TPU Semper masih terendam banjir hampir sepekan. Peziarah mengeluh akses ziarah terganggu menjelang Ramadan.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meningkat menjadi 9 ribu kepala keluarga (KK).
Jebolnya tanggul Sungai Cabean B1 di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyebabkan ratusan rumah warga terdampak banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved