Rabu 18 Mei 2022, 17:42 WIB

Tujuh Daerah Rawan Karhutla, Sumsel Siagakan 5.000 Personel Pemadaman

Dwi Apriani | Nusantara
Tujuh Daerah Rawan Karhutla, Sumsel Siagakan 5.000 Personel Pemadaman

DOK MI
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan telah melakukan pemetaan terhadap wilayah rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan hasil pemetaan, terjadi penambahan dari semula lima wilayah menjadi tujuh wilayah yang rawan karhutla di Sumsel.

Ketujuh wilayah tersebut yakni OKI, Muba, Banyuasin, Muara Enim, PALI, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) dan Lahat. Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan berdasarkan geografi wilayah tentunya wilayah yang rawan yaitu OKI, Muba Banyuasin, Muara Enim dan PALI.

Hal itu karena kelima wilayah tersebut lahan gambutnya luas. Sehingga perlu menjadi perhatian khusus. Namun berkaca dari tahun sebelumnya, ada penambahan dua daerah yang luasan karhutlanya cukup luas yakni OKUS dan Lahat.

"Dua wilayah ini kebanyakan kebun milik masyarakat yang melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar. Sedangkan, untuk indikasi pembakaran yang dilakukan perusahaan belum ditemukan," katanya.

Ia menyebutkan saat ini kondisi cuaca di Sumsel masih memasuki musim pancaroba sehingga terkadang panas. Namun, tiba-tiba menghadapi hujan. Pihaknya memprediksi puncak kemarau ini akan terjadi pada Agustus mendatang.

Meski demikian, pihaknya telah bersiaga. Apalagi, Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel terkait siaga karhutla telah dikeluarkan. "Jadi baik personel maupun peralatan semua telah disiapkan. Namun, akan diturunkan sesuai dengan eskalasi di lapangan. Jika besar maka diturunkan, jika kecil masih menjadi tanggung jawab daerah tersebut," ujarnya.

Untuk jumlah personil yang diturunkan masih sama dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 5.000 personil gabungan dari masing-masing OPD. Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan penggunakan delapan unit helikopter waterboombing kepada pemerintah pusat. "Nantinya helikopter ini diturunkan tidak sekaligus melainkan sesuai kondisi karhutla," terangnya.

Bahkan pihaknya menyebutkan, sebaran hotspot terus bertambah. Tercatat, pada Februari lalu hotspot di Sumsel hanya 80 titik. Kemudian, Maret bertambah 100 titik menjadi 180 titik. Lalu, pada April kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 212 titik. Sedangkan, pada awal  Mei ini hotspot terpantau yakni sebanyak 70 titik.

Hotspot ini tersebar di beberapa wilayah di Sumsel terkecuali di Palembang. Hotspot ini sendiri tidak selalu berujung kepada karhutla. "Berdasarkan catatan kami sejak awal tahun hotspot yang terpantau totalnya 608 titik," pungkasnya. (OL-15)

 

Baca Juga

MI/Arnoldus Dhae

Bali Dirikan Posyandu ABG Jaga Kesehatan Generasi Muda

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:25 WIB
PEMPROV Bali melakukan terobosan di bidang kesehatan dengan program Posyandu anak baru gede (ABG) alias Remaja. Selama ini Posyandu...
ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Pendataan Kendaraan Penerima BBM Bersubsidi Dimulai di Yogyakarta, 1 Juli

👤Haryanto, Ardi T Hardi 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:15 WIB
Pendataan tersebut mulai dijalankan per 1 Juli 2022 di 11 kota/kabupaten terpilih, salah satunya di Kota...
MI/Dwi Apriani

Terima 12.200 Dosis, Sumsel Mulai Gencarkan Vaksinasi PMK

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:09 WIB
PEMPROV Sumatra Selatan telah menerima distribusi sebanyak 12.200 dosis vaksin untuk mencegah wabah penyakit mulut dan kuku pada sapi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya