Minggu 01 Mei 2022, 17:20 WIB

MAKI Sumsel Ragukan Temuan ICW Soal Mafia Tambang di Sumsel

mediaindonesia.com | Nusantara
MAKI Sumsel Ragukan Temuan ICW Soal Mafia Tambang di Sumsel

dok.pribadi
Deputy Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumsel Ir. Feri Kurniawan

 

TUDINGAN adanya mafia tambang di Sumatera Selatan yang dihembuskan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) dinilai tidak akurat dan tidak sesuai fakta di lapangan.

Deputy Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumsel Ir. Feri Kurniawan mempertanyakan data ICW sehingga berani menyimpulkan adanya mafia tambang di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 1.

“Datanya dari mana, setahu saya PLTU itu masih dalam proses pembangunan, kok dibilang ada mafia tambang,” kata Feri kurniawan dalam keterangan persnya, Minggu (1/5).

Feri juga membeberkan, saat ini di lapangan PLTU dengan kapasitas 2x300 mega watt itu masih merampungkan pembebasan lahan sebagai lokasi penambangan batu bara untuk bahan baku PLTU Sumsel 1.

“Kalaupun ada yang melakukan penambangan mungkin saja masyarakat sekitar, apakah itu bisa disebut mafia tambang,” tanya Feri.

Selaku pegiat anti korupsi Sumsel Feri Kurniawan menilai apa yang disampaikan oleh ICW dan pengamat yang mengaku dari Trisakti kebohongan publik. Karena data yang mereka sampaikan tidak sesuai fakta di lapangan.

"Sekelas pengamat asal bicara tanpa melihat fakta, apalagi sampai menuduh tidak ada pajak pada negara, apakah dia sudah turun langsung ke Palembang?, " Kata Ferry dalam keterangannya.

Feri menilai apa yang menjadi tuduhan dalam pemberitaan media di Jakarta tidak sesuai fakta di lapangan. Karena semua itu bohong belaka. "Bagaimana mungkin menganggu masyarakat, sementara PLTU nya saja belum ada, tuduhan mereka bisa dilaporkan ke polisi," Tegasnya.

Sebelumnya dalam pemberitaan sejumlah media massa menyebutkan informasi bahwa Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut ada sejumlah tambang penghasil batubara berkualitas rendah diduga dikirim ke PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Sumsel I. Akibat dari situ, ICW menyebut banyak masyarakat sekitar terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan akut).

“Asap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) memang mematikan. Ia mengandung sejumlah senyawa beracun yang dapat menimbulkan penyakit. Penyakit asma, infeksi pernapasan akut, dan kanker paru-paru adalah sejumlah diantaranya, senyawa itu mengancam nyawa warga,” tulis ICW dalam laporannya dikutip pada jumat (29/4). (OL-13)

 

Baca Juga

MI/Tosiani

Belasan Penambang Emas Tertimbun Longsor di Kotabaru

👤Denny S 🕔Selasa 27 September 2022, 10:43 WIB
BELASAN orang penambang emas di Desa Desa Buluh Kuning (Gunung Kukura), Kecamatan Sei Durian, Kabupaten Kotabaru, Kalsel tertimbun longsor,...
dok.ist

Relawan Srikandi Ganjar Jatim Helat Baksos untuk Masyarakat Prasejahtera

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 10:33 WIB
KALANGAN Milenial, mahasiswa, hingga influencer perempuan yang tergabung dalam jaringan relawan Srikandi Ganjar menggelar baksos di...
dok.ist

Komunitas Buruh Samarinda nilai Firli Layak Maju Pilpres 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 10:15 WIB
KETUA KPK Firli Bahuri kembali mendapat dukungan untuk maju pada Pilpres 2024. Kali ini giliran Komunitas Persaudaraan Buruh Kota...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya