Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2022, sejumlah pelajar dari tingkat SMP hingga SMA di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar kegiatan Pramuka bertajuk Bumi Perkemahan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pesan damai kepada seluruh bangsa yang bertikai.
Disaksikan Media Indonesia, kegiatan itu berlangsung di lapangan sepak bola SMP Negeri Satap 2 Boawae, Kampung Malalaja, Desa Kelewae, dengan pemandangan eksotis Gunung Ebulobo pada bagian baratnya. Kegiatan itu berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (30/4) hingga Minggu (1/5).
Di lapangan tersebut, sejumlah kemah dari 12 sekolah berdiri mengelilingi bendera pramuka dan bendera merah putih.
Baca juga: Pramuka Lampung Siap Berperan Hadapi Arus Mudik
Setiap kemah diberikan nama beberapa negara yang dipandang punya riwayat dan sedang bertegangan atau bertikai. Termasuk di antaranya yang sedang berperang Ukraina dan Rusia.
Dari Timur ke Barat berjejar kemah negeri Jepang dan Tiongkok lalu kemah negeri Israel yang berdampingan dengan Palestina, lalu kemah negeri Irak dan Iran, kemudian kemah negeri Afganistan dan Amerika Serikat, serta Indonesia dan Belanda.
“Dua kemah berdampingan yang menurut kami sedang bertikai serta punya sejarah bertikai baik senjata maupun teknologi. Bukan untuk terus bertikai namun sebagai pesan damai dari kampung karena kedamaian itu indah berdampak baik buat anak-anak,” ungkap ketua panitia bumi perkemahan bangsa-bangsa Jen Jona.
Dalam PBB ini, sebagai pembuka, para siswa melakukan latihan baris-berbaris lalu melakukan perlombaan dan pada titik akhir mengelilingi sebuah kotak kertas bertiang bambu sebagai simbol virus covid-19 dan demam berdarah.
Menurut Jen, konsep PBB bukan hanya pesan damai namun bersatu untuk bersatu melawan musuh bersawa yakni covid-19 serta demam berdarah, yang menjadi momok di negeri-negeri miskin atau yang sedang berkembang.
Selain itu, menurutnya, pada kegiatan PBB ini, para siswa juga melakukan kegiatan outbond, serta kegiatan seni berupa pentas drama, seni musik bernuansa lokal dengan alat musik bambu, serta loma puisi.
Pantauan Media Indonesia, pada kegiatan outbond terdapat beberapa rintangan berupa panjat tali lalu memasang bendera di ujung, lalu keseimbangan di atas bambu, kemudian lari karung, berlari dengan celana serta pakaian lusuh tidak berkancing, serta rintangan uji pengatahuan akademik siswa.
“Setiap rintangan punya simbol, seperti lari karung sebagai simbol kolonalisme atau penjajahan, ia berlari dalam kungkungan, berlari dengan celana tidak berkancing simbol kemiskinan, keseimbangan di atas bambu simbol keadilan, serta ada uji pengetahuan dasar akademik sebagai simbol rintangan kebodohan “ kata Jen.
Bagi Jen, pentingnya kegiatan outbond ini bagi para siswa karena ada 3 aspek penting yang berjalan bersamaan dalam satu kegiatan yakni afektif, kognitif dan psikomotorik.
“Pertama aspek afektif atau sikap anak-anak, seperti sportifitas, kerja keras, tanggung jawab, kemudian kognitif seperti pengujian kemampuan berpikir dalam hal ini kemampuan akademik siswa dan psikomotorik yang adalah kemampuan fisik menaklukan rintangan,” paparnya.
Sedangkan ketua penyelenggara, Maria Goreti Gego Boa, yang juga kepala sekolah SMP Satap Malalaja, mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan pertama kalinya dilakukan di sekolah ini, dan merupakan kreativitas bersama kolaborasi dari para guru dan pembina pramuka serta pihak pemerintah Desa Kelewae dalam mendukung tumbuh kembang anak agar bisa mengeluarkan semua energi positifnya.
“Ini juga sebagai muara atau sarana untuk anak-anak menyalurkan kreativitasnya agar anak-anak tidak patah semangat walaupun berada di kampung, sehingga kami mengharapkan ada dukungan dari pemerintah daerah serta lembaga swadaya masyarakat baik moril dan materil pada kegiatan kali berikutnya, “ katanya. (OL-1)
Jumlah kasus meningkat karena masifnya sosialiasasi dan pendampingan tim UPTD PPA sehingga korban berani melaporkan tindak kekerasan yang dialami.
Pemerintah mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada 8 September lalu dengan memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan.
BPBD mencatat total kerugian akibat banjir dan longsor di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditaksir mencapai Rp90, 69 Miliar.
Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen Pertamina dalam mendukung masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat bencana.
Tim terus berupaya mencari korban yang masih hilang dengan mengerahkan tiga unit ekskavator untuk menggali material banjir serta drone thermal untuk pemantauan udara.
“Ketiganya ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka yang belum sepenuhnya tersapu banjir,”
Bupati berharap kepemimpinan baru yang lahir dari Muscab ini membawa semangat pembaruan dan mampu bersinergi dengan program-program Pemerintah Daerah (Pemda),
Kegiatan Pertemuan Kepramukaan Siswa Disabilitas di Semarang
MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengajak santri untuk menjadikan gerakan Pramuka sebagai cermin kepribadian Rasulullah SAW.
Kegiatan di Kabupaten Tuban ini dirancang Kwarda Jatim sebagai ajang edukasi, pengabdian, sekaligus hiburan.
FISIOTERAPI Fakultas Ilmu Kesehatan UPNVJ menjadi bagian dari International Medical and Health Service Team pada ajang World Muslim Scout Jamboree 2025.
KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat RI (MPR) Ahmad Muzani mengapresiasi gelaran World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved