Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ARUS mudik yang melintas di Jalur lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya mulai mengalami peningkatan dari arah Bandung menuju Jawa Tengah. Kendaraan didominasi oleh mobil pribadi dan sebagian sepeda motor, Kamis (28/4). Peningkatan tersebut terjadi sejak sore hingga malam hari.
Pantauan di lokasi, volume kendaraan pemudik dari arah Jakarta, Bandung, menuju Jateng melalui lingkar Gentong bawah terjadi sejak sore hingga malam hari. Puluhan petugas dari Satlantas Polres Tasikmalaya Kota berupaya melakukan pengaturan arus lalu lintas agar tak terjadi kemacetan. Karena, lingkar Gentong dikenal masyarakat sebagai jalur tengkorak terdapat turunan, tanjakan, tikungan berkelok dan jurang.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan, arus mudik melalui lingkar Gentong mulai terjadi peningkatan kendaraan yang didominasi oleh mobil pribadi termasuk sepeda motor dari arah Bandung menuju Jawa Tengah melalui Tasikmalaya ke arah Ciamis. Peningkatan arus kendaraan itu, terjadi sejak sore hari dan pemudik semakin ramai pada malam terpantau masih lancar.
"Arus mudik dari arah Bandung melalui lingkar Gentong mengalami peningkatan yang terjadi pada malam hari. Petugas terus melakukan pengaturan agar tidak terjadi kemacetan dan kondisinya terpantau masih lancar dilalui pemudik. Peningkatan ini terjadi setelah diterapkan satu arah di Nagreg Bandung dan Limbangan, Kabupaten Garut," kata Kapolres Aszhari, Kamis (28/4) malam.
Ia mengingatkan, para pengemudi harus selalu menjaga kondisi fisiknya dan kendaraannya agar perjalanan mudiknya berjalan aman dan lancar sampai tujuan. Jika lelah, Polres Tasikmalaya Kota juga menyiapkan rest area di setiap Pos pengamanan.
"Kami menghimbau kepada pengguna jalan bilamana merasa kelelahan atau mengantuk, silahkan berhenti di rest area atau pos terpadu di Pos Gentong atau Pos lainnya yang berada jalur selatan. Karena, setiap rest area semua menyediakan fasilitas untuk beristirahat bagi para pemudik seperti Polsek Rajapolah agar badan bisa fress untuk kembali melanjutkan perjalanan," ujarnya. (OL-13)
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Jalur Pantura, 5 Orang Alami Luka
Sejumlah pemudik mulai melintasi jalur selatan dan jalur tengah Jawa Tengah pada H-7 Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu pagi, meskipun volume kendaraan yang melintas masih lengang.
Pada H+1 hingga H+5 Lebaran tercatat 234.454 unit kendaraan melintas.
Pemudik diingatkan untuk tetap waspada, khususnya di malam hari, karena banyak jalan dalam kondisi gelap dan kurang penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik.
EMPAT hari menjelang hari raya Lebaran 2024, jalur mudik di kawasan selatan Jawa Barat mulai dipadati kendaraan pemudik hingga sistem one way diterapkan.
Empat jalur kereta api dialihkan ke selatan karena jalur rel terendam banjir dengan ketinggian 10 centimeter.
Intensitas hujan tinggi sudah terjadi di wilayahnya. Untuk itu, pihaknya melakukan monitoring di wilayah rawan bencana tanah longsor, banjir dan pergerakan tanah.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mencatat sejumlah pencapaian sektor aviasi selama periode angkutan Lebaran 13-29 Maret 2026.
PGN menilai kendaraan berbasis CNG menjadi alternatif energi yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan, khususnya di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik.
Terhitung sejak 11-25 Maret 2026 atau H-10 sampai H+4 Lebaran 2026, total volume lalu lintas mencapai 2.875.280 kendaraan.
Fatalitas kecelakaan Lebaran 2026 turun 28%, namun kecelakaan motor dan kelelahan pengemudi masih jadi ancaman utama di arus mudik-balik.
SEJUMLAH pemudik yang melintasi Jawa Tengah (Jateng) pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 memberikan apresiasi terhadap kondisi infrastruktur jalan serta layanan yang disiapkan.
DIREKTUR Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengimbau masyarakat untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi pada 24 Maret 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved