Sejumlah pemudik mulai melintasi jalur selatan dan jalur tengah Jawa Tengah pada H-7 Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu pagi, meskipun volume kendaraan yang melintas di sejumlah ruas jalan masih relatif lengang.
Berdasarkan pantauan di kawasan Simpang Wangon, Banyumas, arus kendaraan yang melintasi jalur selatan Jawa Tengah yang menghubungkan Bandung dan Yogyakarta masih didominasi oleh aktivitas warga lokal dari wilayah Banyumas dan Cilacap.
Meski demikian, sejumlah kendaraan pemudik mulai terlihat melintas menuju arah timur atau Yogyakarta. Mereka menggunakan sepeda motor maupun mobil pribadi dengan pelat nomor dari beberapa wilayah Jawa Barat seperti Bandung, Priangan Timur, Purwakarta, dan Bogor.
Jalur Penghubung Pantura Mulai Ramai
Selain jalur selatan, ruas jalan Bumiayu-Ajibarang-Wangon yang menjadi penghubung jalur Pantai Utara (Pantura) dengan jalur tengah Jawa Tengah juga mulai dilalui pemudik. Ruas tersebut menghubungkan wilayah Ajibarang, Purwokerto, Banyumas hingga Wonosobo.
Di jalur ini, kendaraan roda dua dengan pelat nomor wilayah Jakarta dan sekitarnya mulai terlihat melintas menuju arah timur.
Kondisi jalan dari Simpang Wangon hingga Simpang Klapagading terpantau cukup baik karena proyek peningkatan jalan di ruas tersebut telah selesai. Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.
Pemudik Pilih Berangkat Lebih Awal
Salah seorang pemudik, Hendro, yang beristirahat di SPBU Wangon mengatakan dirinya sengaja berangkat lebih awal dari Sukabumi menuju kampung halamannya di Kebumen. Ia memilih perjalanan lebih awal untuk menghindari kemacetan yang sering terjadi di jalur selatan Jawa Barat, terutama di ruas Rancaekek–Nagreg dan Nagreg–Malangbong–Gentong.
“Saya berangkat dari Sukabumi tadi malam, alhamdulillah masih lancar,” kata Hendro.
Sementara itu, Kapolresta Banyumas Petrus Silalahi mengatakan kawasan Wangon merupakan salah satu pintu masuk dan keluar wilayah Banyumas, khususnya bagi kendaraan yang melintas di jalur selatan Jawa Tengah.
Pihak kepolisian telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama periode mudik Lebaran.
“Kami sudah melakukan rapat untuk menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas ketika volume kendaraan meningkat,” katanya di Purwokerto. (Ant/E-3)
