Rabu 27 April 2022, 11:01 WIB

RDP Komisi II DPRD Simalungun, Temukan Kejanggalan Pada Capseal Tabung Elpiji

Apul Iskandar | Nusantara
RDP Komisi II DPRD Simalungun, Temukan Kejanggalan Pada Capseal Tabung Elpiji

MI/Apul Iskandar

 

KOMISI II DPRD Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang kedua terkait dugaan penjualan elpiji oplosan di daerahnya. Dugaan tersebut sebelumnya diadukan LSM Edsa Peduli dan Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LITPK).

RDP ini dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya para anggota Komisi II dan pihak-pihak pengadu serta perwakilan dari PT Pertamina Patra Niaga, Disperindag Simalungun, dan Polres Simalungun.

Dalam RDP, para pihak pengadu membawa tabung elpiji 5,5 kg dan 12 kg dari dua agen yang menjual elpiji di Simalungun. Salah satu agen tersebut adalah PT Horas Teknik Jaya Gas (HTJG) yang diadukan diduga telah menjual elpiji nonsubsidi oplosan ke Simalungun.

PT Pertamina Patra Niaga yang diwakili Ahmad Fernando selaku Sales Branch Manager (SBM) Rayon III PT Pertamina Patra Niaga sempat diberi kesempatan oleh Komisi II untuk mengecek kondisi tabung elpiji yang dibawa pengadu.

Ternyata, Ahmad Fernando menemukan kejanggalan pada tabung elpiji yang dijual HTJG. Dan temuan kejanggalan itu serupa dengan yang diadukan ke Komisi II.

Fernando menemukan kejanggalan pada bagian capseal tabung 12 kg yang dijual HTJG. Dari pengecekan dengan menggunakan aplikasi khusus, diketahui bahwa capseal tersebut berasal dari PT Summitama Suryanusa.

"Capseal ini seharusnya tidak boleh beredar di sini, bukan (berasal) dari MOR 1 (Pertamina Patra Niaga Sumbagut," tegasnya.

Fernando menyebutkan bahwa perusahaan SPPBE itu beralamat di Jalan Transmigrasi RT 2/RW 4, Kalipuro, Ketapang, Lkr. Kp. Baru, Bulusan, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur. Dia memastikan PT Summitama tidak berada di dalam wilayah kerja PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut.

Padahal aturannya, HTJG hanya boleh melakukan pengisian ulang di SPPBE yang sudah ditentukan dan berada di dalam wilayah kerja PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut. Yakni SPPBE Wanantara Dharma Satria di Tanjung Morawa, Deliserdang, dan SPPBE Sumber Wijaya di Perdagangan, Simalungun.

"Secara aturan, PT Horas (HTJG) hanya boleh mengambil (elpiji nonsubsidi) dari dua penyalur (SPPBE) resmi tersebut," terangnya.

Dia mengaku ini merupakan temuan baru dalam kasus ini dan menunjukkan indikasi bahwa HTJG mengisi ulang atau menebus elpiji di luar dari SPPBE yang sudah ditentukan.

Adapun tabung yang berasal dari agen lain setelah dicek tertera berasal dari SPBBE yang sesuai ketentuan. Kejanggalan lain juga ditemukan dari pengecekan QR Code, yang mana tabung dari HTJG tidak menujukkan QR Code yang terdata di sistem.

Dalam RDP dia mengungkapkan bahwa pihaknya juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap masalah ini. Bahkan pemeriksaan tersebut sudah dilakukan sejak Maret 2022.

Pertamina Patra Niaga Sumbagut pun sudah memanggil HTJG dan mengumpulkan bukti-bukti dugaan ini. Mereka tinggal menunggu data penjualan dari HTJG yang sampai sekarang tak kunjung diserahkan.

"Jika terbukti akan diberikan sanksi mulai dari skorsing, denda hingga PHU (Pemutusan Hubungan Usaha)," tambah Fernando.

Hendro Sidabutar, aktivis Edsa Peduli, mendesak Komisi II DPRD Simalungun untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lapangan untuk menindaklanjuti masalah ini. Sementara Harfin Gunawan Siagian, Penasihat Hukum LITPK berharap DPRD Simalungun bisa segera mengeluarkan rekomendasi ke Pertamina untuk menuntaskan pemeriksaannya.

Ketua Komisi II DPRD Simalungun Maraden Sinaga mengatakan, pihaknya akan segera mengeluarkan rekomendasi atas permasalahan ini. "Sudah dicek oleh perwakilan Pertamina yang hadir tadi ada dugaan pengoplosan dan kecurangan dari PT Horas (HTJG). Rekomendasinya akan kami kirimkan juga ke Pertamina, pelapor, dan Kepolisian. Dalam waktu dekat kita juga akan sidak dengan senyap," ujarnya.(AP/OL-10)

Baca Juga

dok.ist

Plt Ketum PPP Sowan ke Ponpes Babussalam Pekanbaru

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 12:10 WIB
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam, Pekanbaru,...
Ist

Suntory dan Kemendikbud-Ristek Resmikan Pusat Pelatihan Guru

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 11:29 WIB
Suntory membangun Teachers Training Center untuk mendukung pembelajaran ramah anak di Palu, Sulawesi...
MI/Denny S

Tidak bawa Kebaikan, Masyarakat Adat dan 30-an Ormas Sipil Tolak Geopark Meratus

👤Denny Susanto 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 11:25 WIB
MASYARAKAT adat pegunungan Meratus dan puluhan organisasi masyarakat sipil di Kalimantan Selatan menolak keberadaan Geopark Nasional...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya