Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tepat untuk kendaraannya di saat mudik dan perjalanan jauh perlu menjadi pertimbangan. Pasalnya, proses pembakaran BBM yang baik pada mesin akan meningkatkan performa kendaraan, sekaligus memberikan kenyamanan berkendara.
Salah satu pertimbangan BBM yang tepat yakni yang memiliki oktan tinggi, seperti Pertamax. Penggunaan BBM dengan oktan tinggi akan membuat pembakaran mesin lebih sempurna, terutama pada mobil terkini yang memang sesuai dengan saran pabrikan.
Pecinta otomotif Semarang, Edito Baskoro, yang juga Ketua Honda City Club Indonesia Chapter Semarang mengatakan, pemilihan BBM yang baik akan menentukan performa kendaraan. Penggunaan Pertamax akan membuat performa mesin lebih bertenaga.
"Selain itu, untuk perjalanan jauh, penggunaan Pertamax lebih irit dibandingkan dengan Pertalite, sehingga perjalanan jadi lebih nyaman," kata Edito, Selasa (26/4).
Selain itu, lanjutnya, membeli Pertamax di SPBU juga lebih praktis dan tidak perlu antri, mengingat disediakan jalur khusus untuk pembelian Pertamax. Sedangkan pengisian BBM untuk persiapan perjalanan jarak jauh juga diusahakan penuh.
"Jika perjalanan jauh, lebih dari 400 km sekali jalan, usahakan selalu full tank. Dan usahakan juga posisi BBM tidak kurang dari 1/2 indikator untuk melakukan pengisian hingga penuh kembali," ujarnya.
Edito mengingatkan, untuk melakukan perjalanan jauh, perlu juga melakukan pengecekan sejumlah komponen mobil seperti oli, rem, dan radiator.
Terpisah, Kepala Bengkel Nasmoco Gombel, M Syafruddin Ma'ruf mengatakan, penggunaan BBM jenis Pertamax akan membuat mobil lebih responsif dan irit, karena pembakaran lebih sempurna. Apalagi Pertamax mempunyai emisi yang lebih bersih dan lebih ramah lingkungan.
"Beda jika menggunakan BBM dengan oktan rendah akannmemiliki resiko untuk kendaraan, karena pembakaran yang tidak sempurna. Pembakaran yang buruk akan menyebabkan kendaraan menjadi boros dan kurang responsif," kata Syafrudin.
Menurutnya, pemilihan bahan bakar yang tepat membuat mobil lebih irit dalam mengkonsumsi BBM. Selain itu, agar mobil tidak boros, disarankan agar menjaga putaran mesin mobil stabil dan tidak sering melakukan kick down atau akselerasi instan.
"Selain pemilihan jenis BBM yang tepat, agar BBM tidak boros juga ada trik tersendiri dari sisi cara mengemudinya, yakni dengan menjaga putaran mesin tetap stabil, serta jaga jarak dengan kendaraan di depannya. Yang terpenting lagi, tidak sering melakukan kick down (akselerasi instan) atau ngebut, dan menghindari stop and go," ungkapnya.
Syafruddin menambahkan, sebelum melakukan perjalanan jarak jauh, ada baiknya pengemudi melakukan pengecekan sejumlah komponen, seperti oli, busi, pengapian, timming, saringan udara. Selain itu, kelistrikan harus prima, accu, stater, pengisian, lampu lampu, wiper, AC, Audio, power window.
"Cek air radiator, seperti tutup radiator, motor dan radiator, pastikan tidak ada kebocoran air pendingin. Kemudian periksa bagian kaki-kaki, seperti shock breaker, bearing roda, power steering, balljoint. Untuk balance, spooring, tekanan ban, ketebalan ban, umur ban pun perlu untuk dicek," pungkasnya.(OL-13)
Baca Juga: Bandara Juanda Siapkan 518 Extra Flight saat Libur Lebaran 2022
Keselamatan pengguna jasa tetap menjadi prioritas tertinggi dalam menyambut arus mudik tahun ini.
Panduan lengkap cara beli tiket kereta Lebaran 2026. Temukan jadwal pemesanan H-45, trik aplikasi Access by KAI, dan solusi jika tiket habis.
Jadwal pembukaan pemesanan tiket pada 25 Januari 2026 untuk keberangkatan 11 Maret 2026.
Minat masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama pada masa Lebaran selalu tinggi setiap tahunnya.
Angka kecelakaan lalu lintas pada masa Lebaran 2025 tercatat sebanyak 4.640 kecelakaan atau turun sebesar 34,31% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya
MENJELANG akhir masa arus balik lebaran 2025 ini Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat konsumsi Pertamax melonjak signifikan sebanyak 77%.
Setelah diproduksi, minyak mentah bagian milik negara harus diserahkan kepada Pertamina.
Penggabungan tersebut membentuk Subholding Downstream sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan.
Mahsun membandingkan biaya pengangkutan BBM dengan menggunakan terminal BBM OTM dan tidak menggunakan terminal tersebut.
Perkara ini bermula pada November 2012, saat Luhur mengajukan alokasi anggaran pengadaan lahan dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun anggaran 2013.
Proses streamlining atau strategi menyederhanakan operasional bisnis ini merupakan arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi.
Bahkan sempat direviu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan prosedur penunjukan sesuai pedoman pengadaan Pertamina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved