Kamis 07 April 2022, 21:00 WIB

Ulama Nahdliyin Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren Bekerja Sama dengan PT Pos Indonesia

Bayu Anggoro | Nusantara
Ulama Nahdliyin Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren Bekerja Sama dengan PT Pos Indonesia

MI/BAYU ANGGORO
PT Pos Indonesia meluncurkan MyPos untuk dikerjasamakan dengan sejumlah pihak, termasuk pesantren

 


ULAMA Nahdliyin mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui
kerja sama dengan PT Pos Indonesia dalam bidang kurir, logistik, dan
layanan jasa keuangan lainnya. Kemandirian ekonomi pesantren juga akan
mendorong santri memiliki jiwa kewirausahaan.

Tokoh Ulama Nahdliyin Agus Solachul Aam Wahib Wahab atau Gus Aam, mengatakan, pihaknya mendorong kemandirian ekonomi pesantren agar pesantren mampu mencari penghasilan sendiri. Tak hanya itu, kemandirian ekonomi pesantren juga akan memberi efek domino bagi lingkungan sekitarnya.

Salah satu kemandirian ekonomi pesantren yang bisa dibangun adalah
menciptakan usaha sendiri melalui kerja sama dengan PT Pos Indonesia.
Pesantren bisa menjadi channel bisnis Pos seperti pengembangan Agen
MyPos, O-ranger Santri, chanel jasa logistik, dan layanan jasa Pos
lainnya.

Kerja sama itu pada dasarnya telah mulai dijalankan. Beberapa pesantren di Sidoarjo dan Banyuwangi telah menjadi Agen MyPos. Dalam
waktu dekat, Agen MyPos pesantren juga akan dibuka di Depok, Sampang,
dan sejumlah kota lainnya.

"Pengembangan MyPos untuk pesantren ini adalah untuk kepentingan umat.
Karena di pesantren terdapat santri, jemaah, pengasuh, masyarakat, dan
lainnya. Kehadiran MyPos akan memudahkan masyarakat mengirim surat,
chanel pembayaran, air, PDAM, pembelian pulsa dan lainnya, " jelas Gus
Aam, Kamis (7/4).

Menurut dia, keuntungan hadirnya MyPos di pesantren akan memudahkan
warga di sekitar pesantren. Mereka tidak perlu kemana-mana untuk
melakukan mengirim atau membayar tagihan.

"Bayangkan kalau semua transaksi dilakukan di MyPos, ini nanti akan
menjadi pemasukan cukup besar bagi lingkungan pondok. Ekonomi pondok
pesantren bisa mandiri dengan kemampuan ekonominya sendiri, " beber dia.

Gus Aam yang juga cucu pendiri NU ini mengatakan, jumlah pondok
pesantren di Indonesia cukup banyak. Artinya, secara potensi cukup besar bagi Pos Indonesia untuk pengembangan MyPos di pesantren.

Untuk pengembangan kerja sama lebih lanjut, pihaknya juga telah
melakukan pertemuan dengan jajaran manajemen Pos Indonesia.

"Kami telah bertemu dengan jajaran manajemen Pos Indonesia, membahas terkait kerja sama kurir dan logistik. Kami membahas kerja sama saling menguntungkan antara ulama NU dan Pos Indonesia, " kata Gus Aam.

Gus Aam mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan direksi PT Pos
Indonesia terkait kerja sama ini pada Rabu (6/4) di kantor Pos Jakarta.
Pada pertemuan itu, juga dibahas rencana pengembangan chanel logistik.

Layanan logistik ini untuk menggarap kiriman dalam jumlah besar yang
tidak terlayani MyPos. Pesantren juga bisa bekerja sama dengan Pemda,
pelaku usaha lokal, dan lainnya.

"Tapi yang terpenting ini untuk memberdayakan pondok pesantren. Nanti
pondok pesantren bisa membuat produk sendiri dan dikirim melalui
logistik Pos, " katanya.

Sementara itu, SVP Retail Business PT Pos Indonesia Makky M Makmur
mengatakan, kerja sama dengan ulama Nahdliyin adalah langkah Pos
Indonesia mendorong ekonomi umat di lingkungan pesantren. Pesantren bisa menjadi Agen MyPos dan layanan jasa lainnya.

"Agen MyPos pesantren juga upaya kami mendorong santri memiliki jiwa
entrepreneurship," ujarnya.

Agen MyPos merupakan konsep mitra bisnis yang dikembangkan Pos Indonesia bagi komunitas atau pribadi.

Nantinya, Agen MyPos akan memiliki keleluasaan membangun gerai MyPos.
Gerai MyPos didesain dengan tampilan menarik, kekinian, dan fresh look,
sesuai dengan karakter kalangan milenial.

MyPos dibuat berbeda dengan gerai atau kantor Pos lainnya. Gerai MyPos berlokasi di titik atau lokasi dimana banyak dikunjungi kalangan milenial, seperti mal, pusat perbelanjaan, kafe, atau tempat kongkow hingga pusat aktivitas masyarakat lainnya.

MyPos tak hanya hadir sebagai layanan kurir, logistik, dan berbagai layanan jasa keuangan lainnya, tetapi diharapkan menjadi pusat bisnis dan transaksi ekonomi. (N-2)

Baca Juga

ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Polda DIY Tetapkan Dua Tersangka Kasus Kerusuhan Babarsari

👤mediaindonesia,com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 23:10 WIB
Di lokasi kejadian, di Jambusari pada Sabtu (2/7), kata Ade, dua tersangka itu melakukan kekerasan yang mengakibatkan tiga orang...
ANTARA/Basri Marzuki

Pedagang di Kota Palu Tolak Hewan Ternak dari Luar Sulawesi

👤M Taufan S Bustan 🕔Rabu 06 Juli 2022, 22:40 WIB
Ketersedian stok di Kota Palu diakui pedagang masih mencukupi untuk kebutuhan konsumsi dan kebutuhan kurban pada Idul Adha...
MI/Adi Kristiadi

Pengendara Moge Penabrak Anak Kembar hingga Tewas di Ciamis Divonis 4 Bulan

👤Adi Kristiadi 🕔Rabu 06 Juli 2022, 22:35 WIB
MAJELIS hakim Pengadilan Negeri (PN) Ciamis menjatuhkan vonis dua terdakwa pengendara motor gede (Harley Davidson) yang menabrak dua anak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya