Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BATAM didorong menjadi pusat kebudayaan internasional. Salah satu upayanya dengan memaksimalkan Gedung Beringin sebagai pusat kegiatan budaya dan sebuah taman berkelas internasional.
Rencana itu diungkapkan Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Restu Gunawan.
Upaya lain, lanjut dia, ialah manfaatkan aset yang ada di Batam untuk berbagai hal terkait soal pembinaan dan pelestarian budaya.
"Batam sudah punya tempat untuk itu, namanya Gedung Beringin. Gedung
lama, viewnya bagus, bisa dikembangkan menjadi pusat kebudayaan bertaraf internasional," tandasnya, Senin (14/4).
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan gedung ini dahulunya menjadi tempat pertunjukan sampai tahun 2000. Rencananya Gedung Beringin akan digiatkan menjadi taman budaya.
"Kita sudah mendapat restu. Nantinya Gedung Beringin akan menjadi taman budaya. Di sini, para seniman dan budayawan bisa berinovasi," tmabahnya.
Dia menjelaskan, Batam memiliki kawasan Sekupang yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau KEK Kesehatan Internasional Sekupang. Ada tiga konsep utama dalam pengembangan KEK tersebut, yakni medis, pariwisata, dan pendidikan.
Beberapa waktu yang lalu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sudah mengintruksikan Kepala Disbudpar untuk memanfaatkan Gedung Beringin sebagai gedung daerah. Gedung ini nantinya akan menjadi simbol dan pusat kegiatan adat di Batam.
Ia mengaku keberadaan Pusat Adat Melayu akan mampu melestarikan kekayaan tradisi yang ada di Batam. "Batam harus punya jati diri dan perlu diperkuat agar adat khas daerah ini muncul dan menjadi kebiasaan masyarakat." (N-2)
Kasus Pandji Pragiwaksono membuka diskusi publik tentang adat dan budaya Toraja. Mengenal nilai, tradisi, dan makna sakral budaya Toraja di tengah polemik.
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved