Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNG Merapi meluncurkan awan panas guguran lima kali, sejak Rabu (9/3) malam. Hal itu membuat puluhan warga di empat dukuh di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, mengungsi ke tempat evakuasi sementara (TES) Balai Desa Balerante.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten melaporkan, awan panas guguran Gunung Merapi, Rabu (9/3), terjadi lima kali, yakni pada pukul 23.18, pukul 23.29, pukul 23.44, pukul 23.53, dan terakhir pukul 00.22 WIB, Kamis (10/3).
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sri Winoto, menyebutkan awan panas guguran Gunung Merapi tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 75 mm dan durasi 570 detik. Jarak luncur kurang lebih sejauh 5.000 meter ke arah tenggara dan arah angin ke barat laut.
"Dengan kejadian awan panas guguran tersebut, hingga dini hari pukul 02.40 WIB sebanyak 60 warga terutama kelompok rentan asal Dukuh Sambungrejo, Sukorejo, Ngipiksari, dan Balerante melakukan pengungsian ke TES Balai Desa Balerante," kata Sri Winoto, Kamis (10/3).
Namun, lanjutnya, dalam menghadapi awan pasas guguran Gunung Merapi, warga masyarakat enyikapi kejadian itu dengan tenang dan tidak panik. Bahkan, warga kawasan rawan bencana (KRB) III Desa Sidorejo dan Desa Tegalmulyo tidak melakukan pengungsian.
Menurut Sri Winoto, sampai dengan saat ini di wilayah Kabupaten Klaten tidak terjadi hujan abu atau material lain. Pun aktivitas Gunung Merapi relatif sudah agak menurun. Maka, warga KRB III dan sekitarnya diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik.
"Namun demikian, kami minta warga untuk mematuhi dan mengikuti setiap petunjuk dan arahan dari petugas yang ada di desa, seperti perangkat desa dan kelompok relawan desa. Selain itu, peningkatan aktivitas Gunung Merapi saat ini tetap harus diwaspadai," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Tiga Bayi di Sikka Terpapar Covid-19, Satu Gejala Berat
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Jumat (2/1) pagi, awan panas guguran terpantau meluncur sejauh 1.500 meter
Warga yang menghuni kawasan Lereng Gunung Ile Lewotolok diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas.
GUNUNG Semeru di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, kembali erupsi pada Selasa (15/4) pukul 09.18 WIB. Aktivitas gunung ini terus meningkat sejak awal bulan ini.
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merilis, selama sepekan dari hari Jumat (27/9) hingga Kamis (3/10).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan telah terjadi Awan panas dengan jarak luncur 1,1 kilometer, Rabu (18/9) pagi.
Awan panas meluncur dari puncak Gunung Merapi, Rabu (4/9) pagi. Masyarakat pun diimbau untuk menjauhi daerah bahaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved