Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 13 titik yang berada di 8 kelurahan di 4 kecamatan di Kota Bekasi terendam banjir akibat naiknya aliran air dari Kali Bekasi. Akibat dari banjir yang merendam sejumlah lokasi tersebut, tercatat sebanyak 1.237 Kepala Keluarga (KK) dan 4.958 jiwa terdampak banjir.
Kepala Bagian Humas Pemkot Bekasi Sajekti Rubiyah mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi memberikan informasi untuk kenaikan tinggi muka air yang terjadi Rabu (16/2) malam, yang mengakibatkan sejumlah perumahan khususnya yang berada di bantaran kali yang terendam air.
Baca juga: Bertambah 25, Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet Jadi 4.053 Orang
"Dilaporkan bahwa ada 13 titik yang dicatat BPBD Kota Bekasi yang berada di 8 Kelurahan di 4 kecamatan di Kota Bekasi yang terendam akibat naiknya aliran air dari Kali Bekasi. Akibat dari banjir yang merendam sejumlah lokasi tersebut, tercatat sebanyak 1.237 Kepala Keluarga (KK) dan 4.958 jiwa terdampak," kata Sajekti, Jumat (18/2).
Ia menjelaskan, sebanyak 8 kelurahan yang telah dilaporkan diantaranya Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan berupa pohon tumbang, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, dan Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara.
"Para pengungsi yang berhasil dicatat pihak BPBD Kota Bekasi juga ada di dua tempat yaitu, Musholla Jamaitul Khoir Kampung Lebak Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara ada sebanyak 50 jiwa dan di Gudang BNPB Jati Rasa Jatiasih Bekasi ada sebanyak 79 jiwa," jelasnya.
Ia mengungkapkan, banjir tersebut diketahui saat Rabu (16/2) malam, sekitar pukul 19.00 WIB mengalami kenaikan tinggi muka air dari hulu Cileungsi atau daerah Cibongas Bogor. Air mengalir ke Kali Bekasi yang diperkirakan 3 jam hingga 4 jam.
Sehingga pada pukul 12.00 WIB, air sudah mencapai ketinggian 735 cm ketinggian muka air sungai, sehingga air meluap hingga memasuki sejumlah kawasan perumahan yang berada di bantaran Kali.
Adapun air dengan cepat memasuki wilayah perumahan Pondok Gede Permai (PGP). Bahkan sampai ketinggian bervariasi antara 1,5 meter sampai 2 meter yaitu menurut pantauan di lapangan akibat jebolnya tanggul sekitar 30 Meter yang berada di RT 4 RW 10 PGP.
"Hingga saat ini situasi air di kali sudah surut dan genangan di perumahan juga sudah surut total. Hanya kini warga tinggal membersihkan material lumpur dan sampah," ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan pembersihan pasca banjir ini melibatkan para aktivis kemanusiaan dari perangkat daerah seperti Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas BMSDA, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD Kota Bekasi, TNI dan Polri serta PMI Kota Bekasi.
"Berikutnya juga penggiat sosial dari beberapa komunitas lain untuk pengerukan lumpur efek dari banjir tersebut," pungkasnya. (OL-6)
BANJIR hingga kini masih merendami sebagian wilayah di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Akibat banjir bandang itu tiga jembatan di kawasan wisata Guci putus, yakni Jembatan Jedor, Jembatan Kaligung di Pancuran 13, serta jembatan gantung di Pancuran 5.
Meski Sungai Bremi berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, pemerintah pusat harus turun tangan karena banjir telah mengganggu fasilitas umum dan keselamatan masyarakat.
Jumlah pengungsi yang tercatat merupakan warga yang mengungsi secara terpusat di lokasi-lokasi yang terdata oleh petugas BPBD DKI Jakarta.
Petugas di tingkat lapangan harus diberi kewenangan untuk mengambil keputusan cepat tanpa harus menunggu instruksi dari pimpinan.
Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya sejak Jumat (23/1) menyebabkan banjir masih menggenangi sejumlah kawasan hingga Sabtu (24/1/2026) pagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved