Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BUDAYAWAN Sunda Dedi Mulyadi angkat bicara soal isi ceramah ustaz Khalid Basalamah yang menyatakan wayang haram dan lebih baik dimusnahkan.
Menurut Dedi, yang haram itu jika wayang kulit, wayang golek dan gamelannya jika dimakan. "Kalau saya sederhana saja. Benar itu pernyataan Pak ustaz, soal wayang itu haram. Betul sekali wayang kulit, wayang golek plus gamelannya haram. Haram kalau dimakan," ujar mantan Bupati Purwakarta dua periode itu, Senin (14/2).
Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini, banyak filosofi dan pelajaran hidup yang dapat diambil saat menonton wayang. Mulai dari memaknai hidup hingga soal kepemimpinan.
Contohnya saja dalam wayang golek ada tokoh punakawan terdiri dari Semar Badranaya, Astrajingga, Udawala dan Gareng yang kental dengan cerita pemahaman pengabdian kepada pemimpin.
"Kemudian ada kesatria yang kukuh dalam pendirian namun mati di medan
perang, Raden Gatotkaca. Bagaimana orang yang kukuh dalam pengabdian
tidak pernah berbohong, ketika sekali berbohong keretanya patah, ialah
Darma Kusumah," ucapnya.
Ada juga tokoh yang sering kali mengalami kegundahan berpikir dan
berubah-ubah karena pengaruh bisikan yaitu Arjuna. "Begitu juga politik yang selalu mempengaruhi pimpinannya untuk menguasai orang lain, menginvasi orang lain, menghegemoni orang lain yaitu Sengkuni," lanjutnya.
Selain tokoh-tokoh tersebut ada juga Begawan Abiasa yang berpihak pada
Astina karena kewajiban kenegaraanya meski hatinya menolak.
"Tontonlah wayang. Dengarkahlah suara gamelannya yang penuh cinta, maka
kita bahagia dalam falsafah dan makna. Jangan memakannya karena akan
mendapat petaka," pungkas Dedi Mulyadi. (N-2)
Kasus Pandji Pragiwaksono membuka diskusi publik tentang adat dan budaya Toraja. Mengenal nilai, tradisi, dan makna sakral budaya Toraja di tengah polemik.
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved