Jumat 11 Februari 2022, 22:40 WIB

Lansia dan Pasien Komorbid di Jatim Diminta Kurangi Mobilitas

mediaindonesia.com | Nusantara
Lansia dan Pasien Komorbid di Jatim Diminta Kurangi Mobilitas

ANTARA FOTO/Prasetia F
Gubernur Jatim Khofifah Indar P

 

GUBERNUR Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengingatkan adanya kenaikan pasien positif covid-19 di wilayahnya. Ia pun meminta masyarakat lanjut usia (lansia) dan pasien komorbid untuk mengurangi mobilitas sekaligus melakukan percepatan vaksinasi covid-19.

"Saat ini pasien covid-19 di Jatim mengalami kenaikan. Meskipun itu cenderung didominasi pasien tanpa gejala atau gejala ringan, tapi rata-rata yang dirawat dengan gejala sedang dan berat adalah lansia dan komorbid," ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (11/2).

Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim per 11 Februari 2022, kasus aktif di Jatim mencapai angka 13.234 dengan penambahan 4.506 orang.

Gubernur Khofifah menyebutkan komorbid utama yang biasanya terjadi pada pasien-pasien tersebut adalah diabetes, hipertensi dan gagal jantung.

"Memang masih ada komorbid lain seperti asma, penyakit ginjal, TBC, obesitas, ataupun stroke. Tapi penyakit-penyakit ini jumlahnya jauh lebih kecil," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Baca juga: Polresta Sidoarjo Masifkan Vaksinasi Booster Lansia

Sementara itu, terkait vaksinasi, Khofifah menegaskan bahwa hal tersebut bukan sesuatu yang harus ditakutkan untuk orang-orang dengan penyakit tertentu.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga menyarankan agar mereka yang masih khawatir untuk berkonsultasi dengan dokter terdekat.

"Saya ingin meminta agar para lansia dan orang dengan komorbid yang sudah bisa divaksinasi, untuk disegerakan. Apabila masih ragu-ragu, bisa konsultasi ke dokter terdekat untuk mengonfirmasi apakah sudah boleh divaksin atau belum," tuturnya.

Sebagai informasi, sasaran vaksinasi di Jatim berjumlah 31.826.206 orang. Saat ini, vaksinasi dosis pertama telah mencapai 88,79% (28.257.033 orang), dosis kedua 67,01% (21.326.164 orang), sedangkan dosis ketiga baru mencapai 3,44% (1.094.871).

Gubernur Khofifah juga mengatakan perkuatan PPKM Mikro juga menjadi bagian dari antisipasi menghadapi lonjakan kasus.

"Kebijakan ini sudah terbukti meminimalisasi penyebaran kasus. Jadi sekarang, kami akan kuatkan lagi dengan melibatkan sebanyak mungkin relawan di semua daerah di Jatim," kata mantan menteri sosial tersebut.

"Semoga ikhtiar bersama ini segera memperlihatkan hasil yang baik," tukasnya.(Ant/OL-5)

Baca Juga

dok.ist

Burhan Zainuddin Ajak Optimalkan Kacang Mete Buton Tengah

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:30 WIB
SELAIN hasil laut, potensi hasil bumi Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara dinilai dapat terus dioptimalkan. Salah satunya hasil bumi...
Dok. Kanwil Kemenkumham Babel

Kanwil Kemenkumham Babel, Dorong Kabupaten Bangka untuk Daftarkan Kekayaan Intelektual Komunal

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:10 WIB
Dalam kunjungannya, Harun disambut langsung oleh Bupati Kabupaten Bangka Mulkan, untuk membahas optimalisasi layanan hukum dan hak asasi...
dok.ist

Bupati Harap Sail Teluk Cenderawasih Tingkatkan Ekspor Yellowfin Biak Numfor

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:55 WIB
BUPATI Biak Numfor, Herry Ario Naap berharap penyelenggaraan Sail Teluk Cenderawasih 2023 di wilayahnya, dapat mengoptimalkan seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya