Rabu 19 Januari 2022, 09:50 WIB

Dinkes Sleman Kirim Dua Sampel Diduga Omikron

Agus Utantoro | Nusantara
Dinkes Sleman Kirim Dua Sampel Diduga Omikron

MI/Susanto
Ilustrasi: Pemeriksaan laboratorium

 

DINAS Kesehatan Kabupaten Sleman pada Selasa (18/1) telah mengirimkan dua sampel dari kasus covid-19 yang diduga omikron ke laboratorium. Dari dua sampel tersebut satu sampel sudah keluar hasil dan negatif sedangkan lainnya masih menunggu.

"Omikron sampai dengan hari ini memang belum, dan mudah-mudahan tidak akan ada di Sleman," harap Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Khamidah Yuliati, Rabu (19/1)

Sementara terkait dengan vaksinasi, Khamidah menjelaskan vaksinasi anak sampai hari ini masih terus berjalan, dan ditargetkan dosis pertama akan selesai pada 26 Januari mendatang.
Ia menjelaskan dari target sasaran 95.950 anak, capaian vaksinasi anak dosis pertama mencapai 57,27% atau 54.946 siswa, dan dosis kedua mencapai 0,37% atau 354 siswa.

Sedangkan vaksin booster, Khamidah menjelaskan vaksinasi lanjutan ini ditujukan bagi masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas, namun lebih diprioritaskan kepada lansia. Hal tersebut dikarenakan, lansia adalah kelompok yang paling rentan terhadap covid-19.

Ia menjelaskan pemberian vaksin booster untuk lansia di Kabupaten Sleman telah dimulai sejak tanggal 12 Januari 2022, di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik.

Capaian vaksinasi lansia dari target sasaran 124.932 sampai vaksinasi dosis pertama mencapai 83,3% atau 104.024 jiwa, vaksinasi dosis kedua mencapai 75,8% atau 94.661 jiwa, dan untuk vaksin booster (lanjutan) mencapai 0,4% atau 541 jiwa.

Syarat untuk menerima vaksin booster ini, katanya, diprioritaskan bagi lansia yang berusia 60 tahun ke atas serta telah mendapat vaksin primer (dosis 1 dan 2) dengan rentang waktu 6 bulan dari vaksin dosis kedua.

Khamidah mengatakan vaksin yang digunakan saat ini sesuai dengan ketersediaan yang ada di Dinas Kesehatan DIY dan Dinas Kesehatan Sleman yaitu Pfizer dan AstraZeneca. Masing-masing akan diberikan setengah dosis. Jika vaksin pertama dan keduanya Sinovac, maka boleh memilih salah satu, Pfizer setengah dosis atau AztraZeneca setengah dosis.

"Kemudian untuk penerima vaksin Moderna dapat diberikan bagi masyarakat yang menerima vaksin primer (dosis 1 dan 2) AstraZeneca, bahkan berdasarkan edaran terakhir dapat diberikan vaksin Pfizer setengah dosis," lanjutnya. (OL-13)

Baca Juga: Binda Sulbar Gencarkan Vaksinasi Pelajar di Sekolah-Ponpes

 

Baca Juga

Antara

Distribusi Air Bersih Pengungsi Cianjur Dijamin Terpenuhi

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 02 Desember 2022, 23:48 WIB
Selain permakanan, kebutuhan dasar air bersih juga menjadi hal yang paling...
MI/NAVIANDRI

Rufous Events Hadirkan Bazar Bernuansa Natal di Pullman Bandung

👤Naviandri 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:20 WIB
Rufous menghadirkan 40 tenan, mulai dari kuliner hingga...
MI/NAVIANDRI

Try Out CASN Juara Semakin Diminati Peserta Seleksi Calon ASN

👤Naviandri 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:05 WIB
Pemprov Jabar akan membuka lowongan formasi untuk tenaga teknis lainnya dengan 5...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya