Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta bencana hidrometeorologi yang terjadi di Provinsi Papua segera ditangani.
Wapres memerintahkan Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI-Polri bergerak menolong korban terdampak.
"Supaya segera ditangani mereka yang terkena bencana, pengungsi dan yang lain," ujar Wapres di sela-sela kunjungan kerja ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (7/1).
Terkait potensi bencana, Wapres mengatakan selama ini mitigasi bencana khususnya di Papua kurang diperhitungkan. Padahal, Indonesia merupakan negara yang tinggi potensinya terjadi bencana.
Untuk penanggulangan jangka panjang, menurut Wapres, sumber yang menyebabkan bencana banjir harus diantisipasi agar tidak terjadi lagi.
Selain itu, masyarakat juga perlu lebih siap menghadapi bencana. Di samping itu, Wapres menekankan pentingnya menyesuaikan tata ruang di kota yang rawan bencana.
"Harus ditata perencanaan pembangunan kota dan kesiapan masyarakatnya," tegas Wapres.
Berdasarkan data BNPB, korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di Kota Jayapura bertambah menjadi enam orang. Selain banjir, guyuran hujan lebat juga memicu terjadinya tanah longsor.
Masih dalam proses identifikasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura mencatat sebanyak 500 orang mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Sampai saat ini, BPBD masih melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir menggunakan 3 perahu karet serta 1 truk serbaguna untuk evakuasi warga terdampak longsor.
Dinas Pekerjaan Umum setempat turut mengerahkan alat berat untuk mendukung percepatan penanganan wilayah terdampak tanah longsor.
Seperti dilaporkan, banjir dan longsor yang melanda beberapa distrik atau kecamatan di Kota Jayapura, Provinsi Papua terjadi sejak Kamis malam (6/1) sekitar pukul 22.00 WIT.
Distrik terdampak meliputi Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Heram dan Muara Tami. BNPB terus memonitor dan berkoordinasi dengan BPBD setempat terkait giat tanggap darurat. (Ind/OL-09)
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan tindakan medis. Hal itu menyusul adanya dugaan penolakan pasien oleh sejumlah RS di Kota Jayapura, Papua.
Gubernur Papua Mathius Fakhiri mengecam keras dugaan penelantaran oleh rumah sakit terhadap pasien ibu hamil Irene Sokoy dan bayinya yang berujung kematian
ANGGOTA DPR RI Daerah Pemilihan Papua, Tonny Tesar, menggandeng Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar kegiatan penguatan implementasi Pancasila di Jayapura, Rabu (20/8).
BMKG mencatat bahwa terjadi tsunami kecil di perairan Indonesia akibat gempa M 8,7 yang terjadi wilayah pesisir timur Rusia. Gelombang tsunami tersebut paling tinggi sekitar 20 cm.
Adapun koordinat gempa berada pada 2.52 Lintang Selatan (LS) dan 141.95 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 km.
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Provinsi Papua menyiapkan anggaran Rp1 miliar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved