Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN lahan pada 2015 lalu menjadi pelajaran dan pengalaman berharga bagi masyarakat di Dusun Pancuran Desa Muara Merang, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Berbagai upaya dilakukan paska kebakaran agar lahan bekas terbakar kembali membaik.
Diantaranya upaya menghijaukan kembali kawasan lindung di area tersebut. Kolaborasi antara masyarakat dan multi pihak dalam upaya restorasi itu turut berdampak positif bagi perekonomian warga sekitar.
Salah satunya Masyarakat Peduli Restorasi (MPR) di area itu. Warga yang bermukim di sekitar Kawasan Lindung yang juga bagian dari Lanskap Sembilang. Di sana terdapat pula areal konsesi PT Rimba Hutani Mas, salah satu pemasok APP Sinar Mas.
Kepala Bidang Jaringan MPR, Gendro Hariyanto mengatakan terdapat sekitar 30 warga di desa itu yang terlibat dalam kegiatan restorasi ekosistem hutan.
"Anggotanya juga mayoritas ibu-ibu rumah tangga, mereka kami libatkan untuk pembibitan berbagai tanaman,� katanya saat ditemui di areal nursery (pembibitan), Rabu (29/12/2021).
Ia menjelaskan selama dua tahun terakhir kelompok masyarakat itu mampu memproduksi belasan ribu bibit berbagai tanaman lokal. Hasil penjualan bibit itu pun menjadi penghasilan bagi anggota kelompok yang terlibat.
Gendro mengemukakan pada tahun pertama, pihaknya bisa menghasilkan 1.200 bibit tembesu angin senilai total Rp12 juta. Pembibitan kembali dilanjutkan pada tahun 2021 sebanyak 16.400 bibit.
"Belasan ribu bibit itu untuk restorasi areal pinggir jalan seluas 9 hektare, kelompok kami pun juga ikut untuk penanaman bibit tersebut," katanya.
Ia mengatakan pembibitan yang dilakukan pihaknya mayoritas bersumber dari anakan kayu alam bukan dari benih pesanan. Adapun jenis tanaman nursery, yakni jelutung rawa, durian, meranti, tumi, pinang, gelam dan medang.
Sementara itu, anggota MPR Dusun Pancuran, Rosyanti, mengatakan dirinya merasakan banyak manfaat dari kegiatan restorasi tersebut.
"Salah satunya bisa menambah pendapatan dari hasil penjualan bibit tersebut," jelasnya.
Rosyanti biasanya meluangkan waktu sekitar 2 jam hingga 4 jam setiap hari untuk merawat bibit-bibit tersebut. Selebihnya, perempuan berusia 35 tahun itu menghabiskan waktu di rumah.
Diketahui, kegiatan restorasi eksosistem hutan tersebut merupakan program kerja sama antara masyarakat Dusun Pancuran dengan multi pihak. Adapun stake holders yang terlibat, yakni APP Sinar Mas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Yayasan Inisiatif Dagang Hijau dan Gerakan Cinta Desa (G-Cinde).
Sebelum ada kegiatan restorasi itu, pihaknya sudah membentuk KMPA untuk mencegah terjadinya karhutla. Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Api Desa Pancuran, SAF Suyuti mengatakan masyarakat di dusun ini sangat bersemangat untuk menghijaukan kembali lahan yang terbakar hebat pada 2015 lalu.
"Kami bekerja sama dengan APP sejak 2014. Setelah kebakaran hebat pada 2015 lalu, kami mulanya merestorasi lahan seluas 25 hektar," katanya.
Menurut Suyuti, karhutla pada 2015 lalu menjadi pemantik semangat warga untuk melindungi hutan.
"Alam sudah rusak pasca kebakaran kalau kita tidak bergerak maka akan menyulitkan kita semua. Tujuan kota melakukan upaya-upaya ini tak lain agar kita bisa hidup lebih sehat dan karhutla tidak kembali terjadi," paparnya.
Sementara itu, Forest Sustainablelity Head PT Rimba Hutani Mas (RHM), Bambang Abimanyu, mengatakan rehabilitasi kawasan lindung di areal konsesi sudah berjalan sejak 2014.
"Kami bekerjasama dengan masyarakat desa Dusun Pancuran dengan membentuk KMPA," katanya.
Selain pembibitan, kata dia, perusahan pun melaksanakan berbagai program lainnya, mulai dari eradikasi, pengelolaan kawasan lindung hingga patroli rutin. (OL-13)
Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Bangka Belitung Tembus Rp150 Ribu per Kilogram
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
GERAKAN penghijauan berskala nasional akan resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
PT Pertamina memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 dengan menggelar program penghijauan berskala besar.
Sinar Mas Land menanam 160 pohon peneduh, meliputi pohon glodogan tiang, tabebuya kuning, dan flamboyan di sepanjang satu kilometer Jalan Raya Desa Cicayur, Kabupaten Tangerang.
Citra satelit menunjukkan Bumi lebih hijau sejak 1980-an, namun studi terbaru mengungkap paradoks penghijauan global.
MEMPERINGATI HUT ke-80 RI warga Desa Buntu, Wonosobo, Jawa Tengah, merayakan dengan cara berbeda. Alih-alih hanya menggelar pesta rakyat.
Penghijauan merupakan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved