Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Klas I Palembang meminta agar masyarakat di Sumsel mewaspadai fenomena La Nina. Sebab,fenomena ini berdampak terjadinya hujan yang ekstrem di Sumsel.
Kepala Stasiun Klimatologi Palembang, Wandayantolis mengatakan fenomena ini berpotensi akan bertahan hingga awal tahun 2022.
Baca juga: PPKM Beda Level Tuntut Kolaborasi Pengawasan yang Baik Antardaerah
"Fluktuasi ini dapat memincu peningkatan curah hujan sekitar 20 hingga 40 persen dari rata-rata," jelasnya.
Dijelaskan Wanda, fenomena La Nina ini juga bisa memicu peningkatan jumlah hari hujan ekstrem dengan intensitas lebih dari 50 milimeter perhari.
Saat ini juga, musim hujan tahun 2021/2022 tengah terjadi di Sumsel dengan puncak musim hujan diprediksi berkisar pada bulan Januari hingga Februari tahun 2022.
"Kondisi tersebut juga dapat mengakibatkan meningkatnya potensi bencana meterologis seperti banjir dan longsor serta munculnya genangan-genangan pada ruas jalan dan wilayah tertentu di Sumsel.
"Kondisi akibat La Nina ini kemungkinan bisa bertahan hingga Maret 2022," jelasnya.
Diketahui, terdapat sembilan kabuapten kota yang berada pada tingkat peringatan waspada hingga awas. Pembagian tingkat peringatan dibagi menjadi empat yakni hijau tanpa peringatan, kuning waspada, oranye, siaga, dan merah awas.
Adapun kabupaten kota tersebut yakni Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Empat Lawang, Lahat, Pagaralam, Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, dan OKU Selatan.
"Kami imbau masyarakat di Sumsel melakukan langkah antisipasi guna
meminimalisir terjadinya bencana," pungkasnya. (OL-6)
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2026.
KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki periode menuju puncak musim hujan.
Laut Pasifik Utara mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah. Para ilmuwan bingung mencari penyebab utama gelombang panas laut misterius ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved