Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung, Bambang Hermanto menyebutkan kinerja industri jasa keuangan (IJK) perbankan di Provinsi Lampung berkembang baik.
"Di tengah situasi pandemi covid-19 yang saat ini cenderung melandai, industri jasa keuangan tetap menjaga kinerja untuk menjadi lebih baik," kata Bambang pada acara pembekalan media update kinerja industri keuangan triwilan III-2021 kepada insan media di Provinsi Lampung, pada Senin (6/12).
Pada kesempatan itu juga hadir sebagai pembicara Deputi Direktur Pengawasan dan Perijinan OJK Rati Conni Foda dan Wakil Pemimpin Redaksi Infobank Karnoto Mohamad.
Bambang menyebutkan aset perbankan di Lampung pada triwulan III-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 7,43% (Rp7,771 miliar) dari sebesar Rp96.792 miliar menjadi Rp104.563 miliar jika dibandingkan dengan triwulan III-2020 (yoy).
Hal itu, jelasnya, sejalan dengan penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 5,28% (Rp3.751 milair) dari Rp67.269 miliar menjadi Rp71.020 miliar (yoy). Sementara penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh sebesar 6,31% atau Rp3.649 miliar (y0y).
"Hal ini tentunya memberikan dampak positif terhadap perekonomian Lampung," ujar Bambang.
Menurut dia, OJK terus mencermati pergerakan rasio non performing loan (NPL) perbankan. Pada triwulan III-2021 kualitas kredit perbankan di Lampung cukup terkendali di tengah faktor eksternal yang masih belum sepenuhnya membaik, meskipun telah terjadi pertumbuhan ekonomi positif pada dua triwulan terakhir.
Disebutkan, rasio kredit bermasalah (NPL) masih di bawah 5% dan mulai menunjukkan trend menurun dari periode triwulan sebelumnya dari posisi Juni 2021 sebesar 4,98% menjadi sebesar 4,86% (menurun 0,12%). Hal itu terlihat dari penurunan nominal kredit bermasalah sebesar Rp37,806 miliar, dari sebesar Rp3,491 triliun (Juni 2021) menjadi Rp3,454 triliun pada September 2021.
Bambang mengungkapkan tiga sektor ekonomi penyumbang kredit bermasalah terbesar, yaitu sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi sebesar Rp1,64 triliun atau 47,52% dari total NPL. Sementara pedagang besar dan eceran sebesar Rp1,18 triliun (34,21%) dan penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar Rp342,89 miliar (9,93%).
"Potensi kenaikan NPL ini juga telah diingatkan oleh OJK selaku regulator di sektor jasa keuangan dan telah jauh-jauh hari diantisipasi oleh perbankan dengan menjaga kecukupan pembentukan cadangan kerugian aktiva produktif serta lebih selektif dalam penyaluran kredit dan pelaksanaan restrukturisasi kredit," tandasnya. (N-2)
Dana yang dikembalikan berasal dari hasil pemblokiran dan penelusuran aliran dana kejahatan digital yang sebelumnya dilaporkan masyarakat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat fungsi pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan dengan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 38 Tahun 2025.
OJK menemukan delapan pelanggaran serius dalam pemeriksaan terhadap penyelenggara pindar Dana Syariah Indonesia (DSI).
Untuk mendukung ekosistem ini, ICEx menerima pendanaan kolektif sebesar Rp1 Triliun (US$70 juta) dari berbagai pemegang saham strategis.
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi per November 2025 mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,98%, diikuti oleh kredit konsumsi tumbuh sebesar 6,67%
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Disebut Masjid Batu karena sejak didirikan pada era 1970-an, dindingnya tersusun dari batu kali hasil gotong royong warga.
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved