Selasa 23 November 2021, 15:15 WIB

Tokoh Agama Bisa Jadi Kunci dalam Sosialisasi Penanganan Covid-19 di Papua

Mediaindonesia.com | Nusantara
Tokoh Agama Bisa Jadi Kunci dalam Sosialisasi Penanganan Covid-19 di Papua

ANTARA/OLHA MULALINDA
Tenaga kesehatan TNI AL menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (10/11/2021)

 

BERBAGAI cara dilakukan pemerintah untuk mengedukasi masyarakat Papua tentang bahaya covid-19. Salah satunya dengan meminta bantuan tokoh adat dan agama untuk memberikan edukasi tentang covid-19 kepada masyarakat yang tinggal di pedalaman Papua dan Papua Barat.

Hal itu dianggap penting, sebab masyarakat Papua dikenal sangat menghormati para pemuka agama. Berkaitan hal tersebut, Ketua Jaringan Mubalig Muda Indonesia, Irfaan Sanoesi mengapresiasi kontribusi tokoh adat dan agama dalam menangani masalah covid-19 dan pemulihan ekonomi di Papua.

Baca juga: Satgas: Lonjakan Kasus Covid-19 di Papua belum Tentu Akibat ...

“Penanganan covid-19 itu kerja kolektif. Tak peduli kamu dari agama, suku, etnis mana. Yang paling penting adalah soal kemanusiaan. Kata kuncinya adalah gotong royong,” ujar Irfaan.

Lebih lanjut, Irfaan mengemukakan bahwa andil para tokoh pemuka agama maupun adat sangat terasa manfaatnya oleh banyak masyarakat Papua. “Sosok tokoh adat atau keagamaan memang dapat berfungsi sebagai aktor sosial yang bisa mempengaruhi masyarakat. Hal inilah dilakukan untuk memastikan informasi terkait pencegahan covid-19 dapat dipahami dan diaplikasikan dengan baik oleh masyarakat di pedalaman Papua dan Papua Barat,” sambungnya.

Selain itu, Irfaan mengungkap peran gereja sebagai vital yang berfungsi sebagai media sosialisasi. Apalagi di Papua dan Papua Barat, gereja begitu banyak tersebar sampai pedalaman.  Para pemuka agamanya juga merupakan tokoh panutan masyarakat sehingga petuah mereka didengar dan dilaksanakan.

"Peran gereja ini sangat penting dan efektif. Apalagi gereja tersebar luas hingga ke daerah pendalaman. Seusai dengan jati diri bangsa yang relijius. Karena itu, tokoh agama pesan atau petuahnya akan didengarkan dan diikuti," sambungnya.

JAMMI mengungkapkan bahwa sosialisasi pencegahan covid-19 oleh para tokoh ini disampaikan dalam kegiatan keagamaan yang rutin dijalankan oleh masyarakat. Meskipun sebagian besar tempat ibadah di Papua maupun Papua Barat masih ditutup, sosialisasi tetap berjalan dengan penerapan yang berbeda-beda.

“Jadi ada ibadah melalui daring, lalu para tokoh agama, sebelum ibadah dimulai, atau juga di akhir ibadah minggu, para pendeta menyampaikan pesan pencegahan covid-19” jelasnya.

“Kita mengalami pandemi ini kita harus bersama-sama juga untuk mengakhiri pandemi ini. Caranya adalah saling jaga, dan semua selamat. Saya jaga kamu, kamu juga harus jaga saya sehingga kita semua akan selamat,” ujarnya. (Ant/A-1)

Baca Juga

ANTARA

Pasien Covid-19 Di Bengkulu Terus Berkurang

👤Marliansyah 🕔Minggu 28 November 2021, 21:05 WIB
Hingga saat ini, di Bengkulu tersisa empat pasien yang masih menjalani perawatan setelah 25 orang pasien dinyatakan sembuh pada Minggu...
ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Prorgam Rehabilitasi DAS Pegunungan Menoreh-Borobudur Dimulai

👤Agus Utantoro 🕔Minggu 28 November 2021, 20:55 WIB
Program penanaman dalam rangka rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta...
dok bank ntt

Bank NTT Maksimalkan Peran Agen Pembangunan Paskapandemi

👤RO/Micom 🕔Minggu 28 November 2021, 20:53 WIB
Status bank sehat dicapai setelah Bank NTT berhasil menekan rasio kredit bermasalah (NPL-non performing...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya