Kamis 18 November 2021, 18:47 WIB

Menparekraf Dorong Desa Wisata Bubohu Jadi Destinasi Wisata Religi

mediaindonesia.com | Nusantara
Menparekraf Dorong Desa Wisata Bubohu Jadi Destinasi Wisata Religi

Ist
Menparekraf melakukan kunjungan kerja di Desa Wisata Religi Bubohu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

 

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memberikan hadiah perlengkapan shalat kepada empat santri yang berhasil sambung ayat.

Menparekraf melakukan hal tersebut saat mengunjungi Pesantren Alam di Desa Wisata Religi Bubohu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Kegiatan Sandiaga tersebut sebagai bagian untuk mendukung pengembangan wisata religi dan wisata halal guna meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Wisata Religi Bubohu.

Dalam kunjungan kerjannya, Sandiaga mengungkapkan, pihaknya baru menemukan satu hal yang cukup unik yaitu pesantren alam. Belajar agama yang menyatu dengan alam, sehingga para santri juga bisa mencintai alam sambil memperdalam ilmu agamanya.

“Cukup menarik, lokasinya juga bisa membuat wisata religi sehingga masyarakat punya banyak pilihan untuk wisata,” kata Mas Menteri, sapaan akrab Menparekraf, dalam keterangan pers, Kamis (18/11).  

Para santri yang melihat kedatangan Menparekraf sangat senang. Mereka langsung menyapa Sandiaga dan melakukan sambung ayat dan mendpat hadiah dari Mas Menteri.

Sandiaga menegaskan bahwa kekhasan yang ditemukan di Gorontalo ini sangat unik dan bisa menjadi bagian untuk meningkatkan wisata halal di Indonesia.

Pasalnya, Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim, mempunyai peluang besar untuk memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui wisata halal. Sandi mengatakan, pariwisata halal banyak diminati oleh wisatawan Nusantara. 

Kemenparekraf mencatat sekitar 11 miliar dolar AS yang keluar dari masyarakat Indonesia untuk berwisata ke luar negeri dan setenagahnya adalah wisata religi.

Untuk itu, pihak Kemenparekraf akan mengembangkan wisata religi di Desa Wisata Bubohu.

“Kita melihat pariwisata berbasis komunitas, dan desa. Di sini kita melihat ada tadabur alam dan tadabur quran bisa menjadi paket di saat liburan karena wisatawan Nusantara ingin sekali pengalaman spiritual, di desa ini nanti kita bisa kembangkan,” ujarnya.

Sebab, menurut Sandiaga, pada realitanya, banyak ditemui wisatawan lokal yang pergi berwisata ke negeri orang untuk berwisata religi. “Yang menjadi potensi terbesar dari pariwisata halal ini adalah wisatawan Nusantara," katanya.

"Dan wisatawan Nusantara ini yang terbiasa berwisata di luar negeri untuk berwisata religi maupun berwisata yang konsepnya muslim friendly tourism. Dikarenakan pandemi tidak memiliki banyak pilihan, dan ini yang harus kita fokuskan,” ujarnya.

Menparekraf mengatakan beberapa provinsi di Indonesia sudah ada yang mengambil posisi kepemimpinan sebagai pariwisata halal.

"Tentunya, hal ini menjadi langkah yang baik untuk mendorong provinsi lain dalam mengembangkan wisata halal. Dimana keuntungan dari program ini tak jauh untuk meningkatkan ekonomi kreatif setiap daerah," tuturnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Andreas Fitri

Gubernur DIY Terima Bintang Tanda Jasa dari Kaisar Jepang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:10 WIB
Tanda jasa itu diserahkan oleh Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji kepada Sri Sultan, disaksikan GKR Hemas bersama...
Dok. Pribadi

Legislator : Puncak Jaya Harus Masuk DOB Papua Pegunungan Tengah, Bukan Papua Tengah

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:52 WIB
Agus menegaskan keputusan tersebut tidak tepat karena secara rentang kendali dan kemudahan akses, Kabupaten Puncak Jaya lebih tepat masuk...
ANTARA

1.400 Sapi Di Kuningan Telah Divaksin PMK

👤Nurul Hidayah 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:05 WIB
RIBUAN sapi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sudah mendapatkan vaksinasi untuk pencegahan penyakit mulut dan kaki...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya