Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK sampai sepekan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara kembali menerima penyerahan satwa dilindungi dari warga Kota Medan. Kali ini, satwa yang diserahkan adalah dua ekor Kucing Kuwuk (prionailurus bengalensis).
Ainy Amelya, Penyuluh Kehutanan BBKSDA Sumut dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/11), mengungkapkan pihaknya telah menerima penyerahan sepasang anakan Kucing Kuwuk pada Selasa (2/11). "Warga yang menyerahkan atas nama Muhammad Prayudhi, warga Jalan Jamin Ginting, Medan Johor," terangnya.
Kucing Kuwuk atau Kucing Congkok yang dalam bahasa Inggris disebut Leopard Cat termasuk dalam spesies satwa yang dilindungi di Indonesia. Spesies kucing ini memiliki habitat di hutan hujan tropis, perkebunan, hutan peluruh subtropis dan hutan konifer beriklim sedang. Sejumlah literatur menyebutkan spesies ini bahkan mampu bertahan di lingkungan yang berada 1.000 meter di atas permukaan laut.
Kepada petugas BBKSDA, Prayudhi mengaku mendapatkan kedua satwa tersebut dengan cara membeli. Dia membelinya satu bulan lalu dari Kota Binjai.
Prayudhi juga mengaku pada awalnya dia tidak tahu bahwa kucing yang dibelinya termasuk satwa yang dilindungi. Dokter hewanlah yang memberitahunya.
Salah satu dari kucing tersebut saat dibeli dalam kondisi pincang sehingga Prayudhi membawanya ke klinik dokter hewan. Saat itulah sang dokter memberitahu bahwa spesies kucing yang dibawanya termasuk satwa yang dilindungi. Setelah mengetahui hal itu ia lalu ke kantor BBKSDA Sumut dan menyerahkan kedua kucing tersebut untuk dilepasliarkan.
Menurut Ainy, kedua kucing itu masih berusia sekitar dua bulan. Satu berjenis kelamin jantan dan satu lagi betina. Setelah diserahkan warga, keduanya langsung dievakuasi ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit.
Namun kedua satwa tersebut saat ini belum dapat dilepasliarkan karena salah satu kucing mengalami patah tulang pada dua titik yakni pada paha atas kanan dan pada kaki kiri.
Karena itu terlebih dahulu akan dilakukan perawatan dan rehabilitasi terhadap keduanya. Kedua kucing akan dilepasliarkan sampai ada rekomendasi /kelayakan dari tim medis.
Sebelumnya, Minggu (31/10), petugas BBKSDA Sumut mengevakuasi dua trenggiling dari Medan Zoo yang juga didapat dari penyerahan warga. Setelah dalam pemeriksaan medis dinyatakan sehat, satwa yang terdiri dari induk dan anaknya itu keesokan harinya dilepasliarkan di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. (OL-15)
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perburuan ilegal satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
Populasi satwa dilindungi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), seperti macan tutul jawa, elang jawa, dan owa jawa, semakin terancam punah.
Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan dua ekor penyu laut dilindungi dari upaya perburuan di perairan Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian spesies satwa Indonesia yang sudah terancam punah di alam.
Sebanyak 16 ekor satwa dilindungi berupa 13 ekor elang tikus dan 3 ekor elang bondol di Kabupaten Bangka Tengah, berhasil diselamatkan dari perdagangan satwa ilegal.
Pengungkapan kasus kepemilikan serta perdagangan satwa dilindungi di Polda Kepri, Batam.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved