Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PALANG Merah Indonesia (PMI) menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam mengeradikasi polio pada Peluncuran Program Kesiapsiagaan Polio di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (2/11).
Program ini difokuskan di 40 desa sasaran yang berada di lima provinsi yakni Aceh, Kalimantan Utara, Maluku Utara, NTT, dan Papua Barat yang merupakan wilayah berisiko tinggi dan rendah terhadap program imunisasi polio. Di Indonesia, ada 23 dari 34 provinsi yang dinilai berisiko terhadap polio.
Untuk menyukseskan program ini, PMI melibatkan 1.000 relawan masyarakat yang terlatih yang didampingi oleh 120 relawan PMI. Mereka akan mendukung kampanye imunisasi polio dan melakukan surveilans AFP atau lumpuh layu akut di daerah-daerah tersebut.
Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial PMI Pusat, Fachmi Idris mengatakan sejak pandemi covid-19, setidaknya 83,9% pelayanan kesehatan terkait imunisasi anak di posyandu maupun Puskesmas terhenti. Kondisi tersebut mengakibatkan penurunan angka cakupan imunisasi dasar lengkap pada Maret-April 2020.
Menurutnya, PMI mendukung program percepatan cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak yang dilaksanakan pemerintah termasuk imunisasi campak dan rubella. PMI melaksanakan UU kepalangmerahan Nomor 1 Tahun 2018 meliputi promosi kesehatan masyarakat dalam pengurangan risiko penyakit menular dan tidak menular.
"Penting sekali untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam memberi akses kepada seluruh anak Indonesia agar tehindar dari polio, campak, dan rubelia melalui program imunisasi nasional. Relawan PMI merupakan garda terdepan dalam upaya eradikasi polio di Indonesia sehingga perlu untuk fokus pada kegiatan deteksi awal, pencegahan, dan peningkatan kapasitas sumber daya agar mampu melindungi anak-anak di Indonesia dari virus polio," kata Fachmi Idris.
Head of IFRC Country Cluster Team Support Indonesia and Timor Leste, Jan Gelfand mengatakan pandemi covid-19 bukan menjadi hambatan bagi PMI untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dan bantuan secara efektif.
Menurutnya, IFRC mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan cakupan imunisasi melalui kampanye tersebut. "Pandemi covid-19 masih ada tetapi tidak boleh menjad panghalang bag keluarga khususnya anak-anak untuk mendapatkan akses vaksinasi polio. Kita tidak boleh lengah untuk memberikan kesempatan bagi virus muncul dan terdeteksi kembali," kata Jan Gelfand.
baca juga: Taliban Izinkan Program Vaksin Polio Kembali Dimulai di Afghanistan
Sementara itu, Mission Director USAID Indonesia, Ryan Washburn mengatakan imunisasi merupakan tanggungjawab semua orang karena tampa layanan imunisasi kita berada dalam bahaya.
Menurutnya, di dunia yang saling terhubung saat ini, virus kemungkinan bermutasi atau menyebar dari satu daerah ke daerah lain, termasuk wabah polio. "Indonesia sudah dinyatakan bebas polio 2014, tetapi faktanya ancaman polisi masih tinggi. Kita tahu bahwa cakupan imuninas polio dan imunisasi rutin menurun akibat covid-19," katanya (N-1)
Kualitas surveilans AFP semakin baik melalui deteksi kasus lebih sensitif dan peningkatan kualitas spesimen.
Indonesia telah resmi mengakhiri wabah virus polio tipe 2, yang muncul akibat rendahnya cakupan imunisasi polio selama bertahun-tahun.
Turunnya angka imunisasi selama pandemi menyebabkan kembali munculnya kasus polio di beberapa daerah Indonesia.
PAKISTAN sedang menghadapi ancaman serius dari penyakit polio pascadilaporkannya dua kasus baru polio di Provinsi Sindh. Temuan tersebut menambah jumlah total kasus polio menjadi 29 kasus
Hal itu terjadi karena pemerintah Indonesia melaporkan adanya kasusĀ Vaksin Derived Polio Virus (VDPV).
Pada 12 April 1955, dunia menyaksikan tonggak sejarah dalam bidang kesehatan dengan pengumuman vaksin polio yang dikembangkan oleh Dr. Jonas Salk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved