Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Timah Tbk berhasil membudidaya perikanan terintegrasi dengan konsep Kerambah Jaring Apung (KJA), di Kawasan Perairan Rambak, Kabupaten Bangka. Budidaya perikanan ini dilaksanakan di kawasan penambangan laut yang masih aktif beroperasi.
Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk, Alwin Albar mengatakan, budidaya perikanan ini menggunakan dua unit KJA dengan delapan kolam. Pihaknya menggandeng Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam melaksanakan project ini dengan membudidayakan udang vaname, kakap putih dan kerapu hybrid.
"Budidaya ikan dan udang di wilayah penambangan laut ini di mulai sejak April lalu, dengan melibatkan UBB," kata Alwin Albar. Senin (1/11).
Pihaknya, jelas dia, menginisiasi kajian ini sebagai upaya perusahaan untuk menjawab beberapa tantangan terkait pemanfaatan kawasan pertambangan yang bisa bersinergi dengan sektor budidaya perikanan.
"Kami melakukan kajian ini bersama tim dari UBB, untuk mengetahui ternyata di lokasi penambangan laut yang masih beroperasi bisa dilakukan budidaya ikan dan ini sesuai kajian terbilang baik hasilnya," katanya.
Ia menyebutkan, selain itu nantinya pihaknya juga akan mengimplementasikan ini di beberapa wilayah lainnya. Dimana PT Timah Tbk kedepan bisa bermitra dengan masyarakat untuk melakuka budidaya perikanan dengan konsep KJA di kawasan penambangan laut.
"Ini adalah bagian dari pengembangan bisnis PT Timah Tbk yang berkaitan dengan core bisnis utama PT Timah Tbk yakni penambangan. Setelah dilakukan kajian ternyata budidaya perikanan ini bisa dilakukan di dekat KIP yang sedang beroperasi," ujarnya.
Menurutnya, PT Timah Tbk membuka diri bagi masyarakat yang ingin melaksanakan budidaya perikanan dengan sistem yang telah diterapkan PT Timah Tbk. "Ini juga bagian dari community development PT Timah dalam pemberdayaan masyarakat dan juga mengembangkan bisnis perusahaan," tutupnya.
Sementara, Dosen Jurusan Aquakultur UBB, Ahmad Fahrul Syarif menjelaskan program budidaya perikanan di dekat penambangan laut aktif terbilang sukses. Hal ini terlihat dengan tumbuh kembang ikan dan rendahnya mortalitas komoditas yang dibudidayakan.
Pola yang dikembangkan yakni Integretaed Multitrophic Aquaculture (IMTA) di Marikultur. Dimana budidaya dilaksanakan hanya berjarak sekitar 2 kilomoter dari Kapal Isap Produksi (KIP) yang masih beroperasi aktif di kawasan tersebut.
"Kami bersama PT Timah Tbk membuat kajian budidaya laut terintegrasi sebagai peluang bisnis baru perusahaan yang lokasinya di wilayah izin usaha pertambangan perusahaan dan KJA ini terletak di Kawasan penambangan aktif dengan jarak sekitar 2 kilometer dari kapal isap yang masih beroperasi," katanya saat panen ikan dan udang di KJA, Kamis (28/10/2021).
Ahmad menjelaskan, pihaknya menebar 300 bibit ikan kerapu dengan ukuran 6 cm dan bobot 5 gram yang berasal dari Situbondo, Jawa Timur. Dalam waktu enam bulan sudah bisa panen dengan ukuran kerapu 700-800 gram.
Untuk ikan kakap, bibitnya didatangkan dari Karawang, Jawa Barat, dengan bobot awal 14 gram dan panjang 6 cm, dimana dalam waktu 6 bulan lebih sudah bisa dipanen dengan berat 650-750 gram.
Begitu pula dengan udang vaname yang bisa tumbuh sesuai dengan perkembangan dimana dalam 70 hari bisa bisa menghasilakan udang 50 ekor per satu kilogram. Total panen ikan dan udang ini mencapai ratusan kilogram. (OL-13)
Baca Juga: LaporCovid-19 Terima Banyak Keluhan Masyarakat Terkait PTM
Langkah penjajakan investasi tersebut dianggap amat penting, karena Indonesia disebut berkontribusi sekitar 18% terhadap pasokan timah dunia.
PT Timah Tbk resmi mengumumkan peluang kerja sama kemitraan tambang yang terbuka bagi para mitra potensial khusunya penambangan di laut dengan Kapal Isap Produksi.
DALAM upaya memperkuat transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik serta para pemegang saham, PT Timah Tbk menggelar Public Expose Insidentil secara daring pada Rabu (15/10).
Dalam upaya memperkuat transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik serta para pemegang saham, PT Timah Tbk menggelar Public Expose Insidentil secara daring pada Rabu (15/10).
Pemerintah melalui Kejaksaan Agung baru-baru ini menyerahkan sejumlah aset rampasan negara senilai sekitar Rp6-7 triliun, termasuk enam smelter timah
KPK merasa puas dengan keputusan hakim memberikan pidana denda dan pengganti kepada Antonius, yang dinilai sesuai dengan harapan jaksa.
"Pemerintah tidak tegas terhadap tambak udang vaname ini. Dikhawatirkan akan semakin merusak lingkungan jika tetap dibiarkan,"
Advokat LBH Semarang Cornel Gea mendesak kepala Kejaksaan Negeri Jepara agar segera membebaskan aktivis lingkungan Daniel Frits.
Tidak hanya memiliki falisitas modernyang mampu meningkatkan produksi udang vaname, melalui BUBK, petambak lokal bisa belajar cara budidaya ikan yang baik.
BI Tegal memberikan bantuan sensor digital berbasis IoT kepada petambak udang vaname untuk meningkatkan produksi mereka.
Pj Bupati menjelaskan untuk bisa memanen udang tersebut, membutuhkan waktu sekitar 100 hari. Hasil panen yang didapat yakni sebanyak 9 ton untuk setiap kolamnya.
Keberhasilan tambak modern terbesar di Indonesia ini diharapkan menjadi pendorong peningkatan produktivitas budidaya udang nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved